NUNUKAN — Bupati Nunukan Irwan Sabri menyatakan bahwa keterbatasan modal masih menjadi hambatan utama bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Ia menyebut, tingginya suku bunga pinjaman, persyaratan agunan yang berat, birokrasi yang rumit, hingga rendahnya literasi keuangan menjadi tantangan yang harus dicarikan solusi bersama.
Melalui program ini, pelaku usaha bisa mengajukan pinjaman modal tanpa dibebani bunga. Irwan mencontohkan, nominal Rp25 juta yang mungkin terlihat kecil bagi sebagian pihak, justru sangat berarti bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan tambahan modal untuk menjalankan atau memulai usaha.
“Bagi kita mungkin Rp25 juta tidak terlalu besar, tetapi bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan modal usaha, bantuan ini sangat berarti,” ujar Irwan dalam pernyataan yang dikutip Rabu (18/12).
Pemkab Nunukan tidak hanya menyediakan akses pembiayaan. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan dukungan menyeluruh kepada pelaku UMKM, meliputi kemudahan pengurusan perizinan, bantuan permodalan, peningkatan kapasitas usaha, hingga fasilitasi pemasaran produk.
Irwan menambahkan, program ini dirancang agar pelaku UMKM dapat berkembang lebih cepat, meningkatkan daya saing usaha, serta berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja.
Kebijakan bunga nol persen ini menjadi jawaban atas keluhan pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan perbankan konvensional. Tingginya suku bunga dan persyaratan agunan kerap menjadi tembok bagi usaha kecil untuk mendapatkan modal pengembangan.
Dengan dihilangkannya beban bunga, pelaku UMKM di Nunukan diharapkan bisa lebih fokus mengembangkan usaha tanpa terbebani kewajiban pembayaran bunga yang menggerus keuntungan.