NUNUKAN — Operasi diawali apel gabungan di Pos Marinir Sungai Pancang, Desa Sungai Pancang, pukul 23.45 WITA. Sebanyak 19 personel dari berbagai unsur diterjunkan, termasuk Satpol PP, Satgasmar Pam Puter Pulau Sebatik, Satgas Pamtas Yonkav 13/SL RI–Malaysia, Tim 16 Satgas Citarum BAIS TNI, Satgas SGI, Baintel Satgasmar, dan Denpom Lanal Nunukan.
Kasi Trantib Kecamatan Sebatik Utara Suriansyah, S.IP., dan Pasintel Satgas Pamtas Yonkav 13/SL RI–Malaysia Kapten Kav Okta Adji Pratama, S.Tr.Han., turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Usai apel, petugas bergerak menyisir tiga lokasi yang menjadi sasaran: THM Golden Star, THM Mahkota, dan THM Mini. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap aktivitas operasional tempat usaha. Selain memeriksa, aparat juga memberikan imbauan kepada pengelola agar senantiasa mematuhi aturan yang berlaku.
Seluruh rangkaian operasi berakhir pada pukul 01.00 WITA dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.
Danpos Sungai Pancang Satgasmar Pam Puter Pulau Sebatik, Lettu Mar Timor P., menegaskan Operasi PEKAT merupakan upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi muncul di lingkungan tempat hiburan malam. Menurutnya, THM menjadi lokasi yang perlu mendapat perhatian khusus guna mengantisipasi potensi peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkotika, praktik prostitusi, hingga tindak kriminalitas lainnya.
“Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap kondusif. Pengawasan serta penegakan aturan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pihak terkait,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri. “Keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.