KALIMANTAN UTARA — Bupati Rembang Harno meninjau langsung lokasi kebakaran yang meludeskan rumah milik Asmiah pada Sabtu (13/6/2026). Kedatangannya didampingi jajaran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sosial (Dinsos) setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Harno menyerahkan bantuan logistik berupa sembako, alas tidur, serta uang tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari korban. Bantuan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah setelah menerima laporan dari warga dan media.
“Kegiatan hari ini adalah meninjau lokasi kebakaran rumah Mbah Asmiah. Berkat bantuan informasi dari rekan-rekan media dan semuanya, di waktu saya yang kosong hari ini, saya langsung menindaklanjuti ke lokasi untuk melihat langsung,” ujar Harno dalam rilis yang dikutip dari rembangkab.go.id.
Kebakaran terjadi pada Jumat (12/6) sekitar pukul 13.00 WIB. Rumah kayu sederhana milik Asmiah ludes rata dengan tanah. Berdasarkan data BPBD Rembang, api diduga berasal dari sisa api dapur yang belum padam saat korban meninggalkan rumah.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, seluruh bangunan dan hampir seluruh harta benda milik Asmiah tidak dapat diselamatkan.
Pemkab Rembang memastikan penanganan tidak bersifat jangka pendek. Selain bantuan darurat, pemerintah bersama Baznas menyiapkan langkah lanjutan berupa rekonstruksi rumah korban. “Berikutnya nanti memikirkan untuk pembuatan rumahnya. Akan dibuatkan dari Baznas secepatnya,” tegas Harno.
“Hari ini ada bantuan sembako, tempat tidur atau alas tidur, dan juga sedikit uang untuk belanja. Intinya kebutuhan pokok sudah kita siapkan,” katanya menambahkan.
Memasuki musim kemarau, Bupati Harno mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ia meminta warga memastikan api di dapur benar-benar padam setelah digunakan dan memeriksa instalasi listrik secara berkala guna mencegah korsleting.
“Untuk semua masyarakat harus selalu waspada. Memasuki musim kemarau sering terjadi kebakaran, maka harus waspada dan hati-hati. Terutama listrik, dan termasuk juga di dapur. Jangan lupa kalau meninggalkan dapur harus benar-benar dicek,” pesannya.
Peristiwa di Balongmulyo menjadi pengingat akan risiko kebakaran rumah di permukiman padat penduduk dengan konstruksi kayu. Pemerintah daerah berjanji akan mengawal proses pemulihan korban hingga benar-benar tuntas, termasuk memastikan Asmiah kembali memiliki tempat tinggal yang layak.