AC menjadi andalan utama untuk bertahan dari teriknya musim panas, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Namun, ketika unit pendingin udara mulai menunjukkan gejala aneh—angin tidak dingin, air menetes dari indoor unit, atau suara bising yang tidak biasa—kegiatan sehari-hari bisa langsung terganggu. Berdasarkan laporan dari sejumlah pengguna dan teknisi servis, tiga kategori kerusakan berikut paling sering muncul pada produk AC LG.
Masalah paling umum yang dihadapi pemilik AC LG adalah kebocoran air dari unit indoor. Penyebabnya hampir selalu sama: saluran drainase tersumbat oleh debu, lumut, atau kotoran yang menumpuk. Ketika air kondensasi tidak bisa mengalir keluar, air akan meluap dan menetes dari bagian depan atau samping AC.
Akibatnya, lantai dan dinding di sekitar unit bisa basah, memicu jamur dan merusak cat tembok. Solusi sementara bisa dilakukan dengan membersihkan saluran pembuangan menggunakan vacuum cleaner atau kawat tipis, tapi pencegahan terbaik adalah menjadwalkan pembersihan menyeluruh setidaknya setiap tiga bulan sekali.
Keluhan kedua yang tak kalah serius adalah kompresor yang tidak mau hidup atau mati secara tiba-tiba setelah beberapa menit beroperasi. Ini sering ditandai dengan lampu indikasi yang berkedip atau munculnya kode error pada remote. Dalam banyak kasus, penyebabnya adalah kapasitor yang melemah atau modul kontrol inverter yang mengalami kerusakan akibat tegangan listrik yang tidak stabil.
Di Indonesia, fluktuasi tegangan listrik masih menjadi momok bagi perangkat elektronik rumah tangga. Kompresor yang mati mendadak bukan hanya membuat AC tidak berfungsi, tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan permanen pada sistem pendingin jika dibiarkan. Perbaikan biasanya memerlukan penggantian kapasitor atau modul kontrol, yang biayanya bervariasi tergantung tipe AC dan ketersediaan suku cadang.
Masalah ketiga berkaitan dengan sensor suhu yang mulai tidak akurat. Pemilik melaporkan bahwa AC menyala tetapi ruangan tidak mencapai suhu yang disetel, atau unit mati terlalu cepat sebelum ruangan benar-benar dingin. Sensor thermistor yang kotor atau rusak bisa memberikan pembacaan suhu yang salah ke papan kontrol, sehingga kompresor bekerja tidak optimal.
Gejala ini sering disalahartikan sebagai kekurangan freon, padahal penyebabnya berbeda. Membersihkan sensor dengan kain kering dan memastikan tidak ada debu yang menempel bisa membantu, tetapi jika kerusakan sudah parah, penggantian sensor menjadi satu-satunya jalan. Pemilik AC LG disarankan untuk menghubungi pusat servis resmi agar