KALIMANTAN UTARA — Makanbola merilis ulasan pada Rabu (10/6/2026) yang membandingkan perjalanan Shin Tae-yong dan Kim Pan-gon. Pan-gon sebelumnya melatih Timnas Malaysia pada 2022 hingga 2024, namun kontraknya tak diperpanjang karena performa yang dianggap kurang maksimal. Ia kemudian memilih mundur dan menerima tawaran melatih Ulsan HD di Liga Korea.
Namun, masa Pan-gon di Ulsan HD juga tidak berlangsung lama. Ia dipecat pada Agustus lalu dan kembali ke Malaysia untuk menangani Selangor FC. Bersama Selangor, Pan-gon gagal mempertahankan posisi runner-up Liga Malaysia dan finis di peringkat ketiga.
Shin Tae-yong mengalami nasib serupa. Pelatih yang sebelumnya menukangi Timnas Indonesia itu tidak melanjutkan kontraknya karena dianggap gagal meningkatkan performa skuad Garuda. Ia pulang ke Korea Selatan dan menerima pinangan dari Ulsan HD, klub yang sama yang pernah ditangani Pan-gon.
Namun, Tae-yong hanya bertahan dua bulan di Ulsan HD. Manajemen klub menilai ia tidak mampu memenuhi kebutuhan tim. Pelatih berusia 56 tahun itu pun kembali ke Indonesia dan menandatangani kontrak tiga tahun bersama Persija Jakarta.
Meski menyoroti kesamaan nasib, Makanbola tetap memberikan apresiasi terhadap keputusan Tae-yong. “Kehadiran Shin Tae-yong akan membantu Persija Jakarta meraih potensinya kembali,” tulis media tersebut dalam laporannya.
Makanbola menilai Tae-yong bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki Macan Kemayoran. Namun, jika ia gagal menunjukkan perkembangan dalam waktu dekat, nasibnya di Persija bisa berakhir seperti di Ulsan HD.
Dengan kontrak panjang dan ekspektasi tinggi dari suporter, Shin Tae-yong kini dihadapkan pada tantangan besar. Ia harus menyongsong Super League 2026/2027 dengan strategi dan komposisi tim yang baru. Persija yang musim lalu tampil inkonsisten berharap Tae-yong bisa mengembalikan kejayaan klub.
Karier Tae-yong di Indonesia memang penuh dinamika. Setelah sukses membawa Timnas U-23 ke semifinal Piala Asia U-23 2024, ia gagal memenuhi target di level senior. Kini, di Persija, ia punya kesempatan untuk membangun kembali reputasinya sebagai pelatih top Asia.