TANA TIDUNG — Isu penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Tidung yang viral di media sosial langsung dibantah tegas oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setempat. BGN memastikan tidak ada penghentian sementara kegiatan, dan justru terjadi penambahan jumlah penerima manfaat.
Kepala BGN Tana Tidung melalui juru bicaranya menyatakan bahwa informasi yang menyebut program dihentikan mulai Jumat (5/6) adalah tidak benar. “Tidak ada penghentian. Program MBG berjalan normal dan penerima manfaat dari kategori 3B justru bertambah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (8/6).
Penambahan ini menyasar kelompok rentan, yaitu Balita, Ibu Hamil (Bumil), dan Ibu Menyusui (Busui). BGN menyebutkan data terbaru menunjukkan peningkatan jumlah sasaran dari 1.200 jiwa menjadi 1.450 jiwa di beberapa pos pelayanan.
Beredarnya isu ini diduga berasal dari miskomunikasi di tingkat lapangan. Beberapa warga mengaku menerima pesan berantai yang menyebutkan kegiatan MBG dihentikan sementara karena evaluasi anggaran. Namun, BGN menegaskan tidak ada instruksi penghentian dari pusat maupun daerah.
“Kami imbau warga tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Program MBG tetap berjalan dan sedang dalam proses perluasan jangkauan,” tambah perwakilan BGN.
Dengan bertambahnya penerima manfaat kategori 3B, BGN Tana Tidung menyiapkan tambahan pasokan logistik. Menu makanan bergizi yang disediakan tetap mengacu pada standar gizi nasional, meliputi nasi, lauk protein, sayur, dan buah.
Penambahan ini disambut positif oleh para kader posyandu di Kecamatan Sesayap dan Muruk Rian. Mereka menilai program ini sangat membantu menekan angka stunting dan kekurangan gizi pada ibu dan anak di daerah pedalaman.
BGN Tana Tidung berencana melakukan sosialisasi ulang ke seluruh desa dan kelurahan untuk mengklarifikasi informasi keliru. Selain itu, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial setempat agar data penerima manfaat selalu akurat.
“Kami minta warga melapor ke posyandu atau kantor BGN terdekat jika menemukan informasi mencurigakan. Jangan sampai hoaks mengganggu program yang sudah berjalan baik ini,” tutup perwakilan BGN.