KALIMANTAN UTARA — Politikus Partai Golkar itu mengaku tidak mengetahui adanya wacana reshuffle di Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. "Saya belum mendengar dan sepertinya hanya rumor," kata Misbakhun di Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Ia bahkan menyebut baru tahu soal isu tersebut saat wartawan melontarkan pertanyaan. "Saya mendengar dari kalian," ujarnya.
Sebelum pernyataan Misbakhun, beredar kabar melalui jejaring pesan di kalangan wartawan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mundur dan menjadi bagian dari perombakan kabinet. Informasi itu menyebut Purbaya bakal mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis sore di Wisma Danantara.
Purbaya membantah keras kabar tersebut. "Tidak ada. Itu rumor," kata Purbaya kepada wartawan. Ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai asal-usul isu maupun kemungkinan perombakan kabinet oleh Presiden Prabowo. Pada hari yang sama, Purbaya diketahui tetap menjalankan aktivitasnya dan sempat menghadiri agenda rapat di DPR RI.
Isu reshuffle di posisi Menteri Keuangan mencuat di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang tercatat melemah ke level Rp18.025 per dolar AS, rekor terlemah dalam sejarah. Pasar modal juga menunjukkan gejolak, meski pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah stabilisasi.
Mukhamad Misbakhun enggan mengaitkan rumor tersebut dengan kondisi ekonomi terkini. Ia menilai isu pergantian menteri adalah kewenangan penuh presiden dan tidak perlu ditanggapi berlebihan. "Kalau memang ada rencana, pasti akan disampaikan secara resmi oleh Istana," ucapnya.
Hingga Kamis sore, tidak ada pernyataan resmi dari Sekretariat Kabinet maupun Istana Kepresidenan mengenai rencana perombakan Kabinet Merah Putih. Sejumlah menteri lain yang dikonfirmasi secara terpisah juga mengaku tidak mendapat informasi tentang agenda reshuffle dalam waktu dekat.
Purbaya Yudhi Sadewa diangkat sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Posisinya kini menjadi sorotan karena kebijakan fiskal pemerintah menghadapi tantangan pelemahan rupiah dan tekanan inflasi global.
Isu serupa pernah muncul pada awal 2025, namun tidak pernah terkonfirmasi. Saat itu, Presiden Prabowo justru menegaskan tidak ada rencana reshuffle dalam waktu dekat.