Jembatan Ambruk Diterjang Banjir di Sebatik Tengah, Puluhan Orang Tua Gendong Anak Seberangi Sungai Demi Ikut Ujian Sekolah

Penulis: Lendra Saputra  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 15:31:31 WIB
Orang tua di Sebatik Tengah menggendong anak menyeberangi sungai setelah jembatan gantung ambruk diterjang banjir.

NUNUKAN — Jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses menuju MI Darul Furqon di Sebatik Tengah ambruk setelah diterjang banjir. Peristiwa ini memutus akses puluhan siswa dan warga di dua dusun, sehingga orang tua tak punya pilihan selain menggendong anak-anak mereka menyeberangi sungai.

"Airnya deras, tapi anak harus sekolah. Kami bergantian menggendong dan menyeberang perlahan," ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Selasa (18/2).

Kronologi: Jembatan Ambruk Saat Hujan Deras

Banjir yang melanda Sebatik Tengah terjadi setelah hujan deras mengguyur selama dua hari berturut-turut. Debit sungai meluap dan menghantam tiang penyangga jembatan hingga ambruk pada Minggu (16/2) malam.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun puluhan keluarga kehilangan akses transportasi utama. Warga kini harus berjalan kaki memutar sejauh tiga kilometer atau menyeberangi sungai yang arusnya masih deras.

Dampak: Aktivitas Sekolah dan Ekonomi Terganggu

MI Darul Furqon terpaksa menunda jadwal ujian tengah semester selama dua hari. Sebanyak 47 siswa dari dua dusun tak bisa hadir pada hari pertama ujian karena akses putus total.

"Kami sudah koordinasi dengan orang tua. Ujian tetap jalan, tapi waktunya dimundurkan," kata Kepala MI Darul Furqon, Ahmad Zaini.

Selain sekolah, aktivitas ekonomi warga juga lumpuh. Pasokan sembako dari pasar kecamatan tak bisa masuk karena truk dan sepeda motor tak bisa melintas. Warga mengaku harga bahan pokok naik hingga 30 persen sejak jembatan ambruk.

Apa Langkah Pemkab Nunukan Selanjutnya?

Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Pekerjaan Umum sudah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen. Kepala Dinas PUPR Nunukan, M. Yusuf, menyatakan bahwa jembatan darurat akan segera dibangun dalam waktu dekat.

"Kami targetkan pembangunan jembatan selesai dalam dua pekan ke depan. Sementara ini, warga kami imbau menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan," ujarnya.

Warga berharap pembangunan jembatan tidak molor. Pasalnya, musim hujan diprediksi masih berlangsung hingga Maret, dan ancaman banjir susulan masih mengintai.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: radartarakan.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top