Budidaya Rumput Laut di Tarakan Bertahan Jadi Penopang Ekonomi Pesisir, Petani Andalkan Hasil Panen untuk Kebutuhan Harian

Penulis: Panji Pratama  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 14:53:31 WIB
Petani rumput laut di Tarakan merawat tali rentang sebagai media budidaya di pesisir timur kota.

TARAKAN — Di tepian pesisir timur Tarakan, hamparan jaring dan tali yang direntangkan di atas permukaan air bukan sekadar pemandangan biasa. Itu adalah ladang bagi para petani rumput laut yang setiap hari berjuang melawan ombak dan perubahan cuaca demi mempertahankan penghidupan.

Hasil Panen Jadi Andalan Warga Pesisir

Para petani mengaku bahwa pendapatan dari budidaya rumput laut masih cukup stabil dibanding sektor lain yang kerap terpengaruh fluktuasi harga. Satu kali panen, yang berlangsung sekitar 45 hari, bisa menghasilkan hingga satu ton rumput laut kering per petak lahan.

"Kalau lagi bagus cuacanya, panen bisa sampai satu ton lebih. Itu cukup untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah anak," ujar seorang petani rumput laut di pesisir Tarakan, pekan lalu.

Bagaimana Proses Budidaya Dilakukan?

Metode yang digunakan masih tradisional, yakni dengan sistem tali rentang atau long line. Petani memasang jangkar di dasar laut, lalu merentangkan tali sepanjang puluhan meter sebagai tempat menempelnya bibit rumput laut.

Perawatan dilakukan secara rutin, termasuk membersihkan lumut dan hama yang menempel. Proses panen dilakukan manual dengan memotong dan mengeringkan rumput laut di atas para-para kayu di tepi pantai.

Tantangan Cuaca dan Harga yang Tak Menentu

Meski menjadi penopang ekonomi, budidaya rumput laut di Tarakan tidak bebas dari masalah. Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi kerap merusak tali jangkar, menyebabkan bibit hanyut dan gagal panen.

Di sisi lain, harga jual rumput laut kering sempat anjlok beberapa bulan terakhir. Petani menjual hasil panen ke pengepul dengan harga Rp 8.000 hingga Rp 12.000 per kilogram, tergantung kualitas dan kadar air.

Apa Langkah Pemkot Tarakan?

Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan telah memberikan bantuan bibit unggul dan pelatihan teknis kepada kelompok petani. Namun, akses ke pasar yang lebih luas dan stabilisasi harga masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Para petani berharap ada intervensi harga dari pemerintah daerah agar margin keuntungan tidak tergerus oleh tengkulak. "Kami butuh jaminan harga, biar tidak rugi saat panen raya," tambah petani lainnya.

Masa Depan Rumput Laut Tarakan

Potensi budidaya rumput laut di Tarakan sebenarnya besar. Garis pantai yang panjang dan perairan yang relatif tenang di beberapa titik menjadi modal utama. Namun, keberlanjutan sektor ini sangat bergantung pada dukungan infrastruktur dan kebijakan yang berpihak pada petani kecil.

Tanpa adanya kepastian harga dan perlindungan dari fluktuasi pasar, sektor ini bisa kehilangan daya tahannya. Padahal, di tengah keterbatasan lapangan kerja di pesisir, rumput laut tetap menjadi satu-satunya sektor yang mampu menyambung hidup.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: radartarakan.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top