TANJUNG SELOR — Ratusan siswa, guru, dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bulungan mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Tanjung Selor. Dalam amanatnya, Bupati Bulungan menekankan pentingnya memegang teguh nilai-nilai Pancasila di era digital yang penuh tantangan.
Bupati Bulungan mengingatkan bahwa generasi muda saat ini adalah sasaran utama dari berbagai pengaruh negatif yang menyebar lewat media sosial. “Nilai-nilai Pancasila harus menjadi filter bagi adik-adik sekalian dalam menyaring informasi,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap ideologi bangsa tidak cukup hanya dihafal. Butuh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. “Jangan sampai kita kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.
Pemilihan SMP Negeri 1 Tanjung Selor sebagai lokasi upacara bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah sengaja menjadikan sekolah sebagai pusat peringatan agar pesan kebangsaan langsung mengena di kalangan pelajar. Mereka dinilai sebagai agen perubahan yang akan menentukan masa depan daerah.
Upacara berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera (Paskibra) dari siswa setempat. Kegiatan ini juga diisi dengan pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945 oleh para pejabat di lingkungan Pemkab Bulungan.
Bupati Bulungan memberikan contoh konkret pengamalan Pancasila di era modern. Mulai dari menghormati perbedaan pendapat di kelas, tidak menyebarkan hoaks, hingga aktif dalam kegiatan gotong royong di kampung masing-masing. “Ini adalah bentuk nyata bela negara yang bisa dilakukan setiap hari,” katanya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat Bulungan. Terutama bagi generasi muda, untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman yang ada di Kalimantan Utara.