Rupiah Tembus Rp 17.864, Simak Kurs Jual-Beli Dollar di BCA, Mandiri, dan BNI Hari Ini

Penulis: Lendra Saputra  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 11:23:01 WIB
Rupiah melemah ke posisi Rp 17.864 per dollar AS di tengah penguatan indeks dollar global.

KALIMANTAN UTARA — Pelemahan rupiah pagi ini terjadi di tengah penguatan indeks dollar AS secara global. Meski IHSG berhasil mencatatkan kenaikan, tekanan terhadap mata uang Garuda masih berlanjut, membuat pelaku pasar dan nasabah perbankan perlu mencermati kurs acuan sebelum melakukan transaksi valuta asing.

Kurs Dollar di Tiga Bank Besar: BCA, Mandiri, dan BNI

Bank Central Asia (BCA) menawarkan tiga kategori kurs untuk transaksi dollar AS hari ini. Untuk transaksi melalui e-Banking, BCA menerapkan e-Rate dengan kurs beli di Rp 17.878 dan kurs jual di Rp 17.898 per dollar AS. Sementara itu, untuk transaksi tunai di kantor cabang (TT Counter dan Bank Notes), BCA memasang harga beli Rp 17.690 dan harga jual Rp 17.940 per dollar AS.

BCA juga menyediakan Special Rate untuk nasabah dengan nominal transaksi tertentu. Khususnya, kurs jual special rate tercatat lebih rendah dari TT Counter, yaitu Rp 17.895, sementara kurs belinya di Rp 17.865 per dollar AS.

Mandiri: Selisih Tipis di Kurs Korporasi

Bank Mandiri (BMRI) juga memperbarui kursnya pagi ini. Untuk transaksi dalam jumlah besar di atas 25.000 dollar AS, Mandiri memberikan kurs indikasi khusus. Pada TT Counter, Mandiri memasang kurs beli Rp 17.640 dan kurs jual Rp 17.940 per dollar AS. Adapun untuk transaksi Bank Notes, kurs beli berada di Rp 17.625 dan kurs jual di Rp 17.925 per dollar AS.

Selisih antara kurs beli dan jual (spread) di Mandiri untuk transaksi korporasi tergolong lebar, mencapai sekitar Rp 300. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi importir atau eksportir yang hendak melakukan konversi dalam jumlah besar.

Catatan Penting Sebelum Transaksi Valas

Perlu diingat bahwa kurs yang tertera merupakan kurs indikasi pada pukul 09.38 WIB. Bank biasanya memberlakukan perubahan kurs secara real-time mengikuti pergerakan pasar. Untuk transaksi dengan nilai nominal tertentu, nasabah disarankan menghubungi cabang bank terkait untuk mendapatkan kepastian kurs.

Seluruh transaksi pembelian dan penjualan valuta asing juga tunduk pada ketentuan Bank Indonesia (BI) terkait kewajiban penyampaian dokumen underlying. Pastikan dokumen transaksi telah lengkap sebelum melakukan transfer atau penarikan dalam jumlah besar.

Apa yang Mendorong Pelemahan Rupiah?

Tekanan terhadap rupiah pagi ini tidak lepas dari sentimen eksternal. Penguatan dollar AS di pasar global masih menjadi faktor utama yang membebani mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Di sisi lain, IHSG yang menguat ke 6.217 menunjukkan bahwa aliran modal asing masih masuk ke pasar saham, namun belum cukup kuat untuk menopang nilai tukar.

Pelaku pasar kini menanti data ekonomi AS dan kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pekan depan. Jika tekanan terhadap rupiah berlanjut, BI diperkirakan akan kembali melakukan intervensi di pasar valas untuk menjaga stabilitas.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top