Mahasiswi Poltekkes Bisa Daftar Beasiswa SEHAT 2026, Kemenkes Siapkan Bantuan Dana Pendidikan Rp 10 Juta per Semester

Penulis: Mirza Fachri  •  Senin, 01 Juni 2026 | 16:33:01 WIB
Kemenkes membuka pendaftaran Beasiswa SEHAT 2026 untuk mahasiswi Poltekkes dengan bantuan dana hingga Rp 10 juta per semester.

JAKARTA — Kementerian Kesehatan membuka peluang bagi mahasiswi Poltekkes untuk mendapatkan bantuan biaya kuliah hingga Rp 10 juta per semester lewat program Beasiswa SEHAT 2026. Program yang digarap bersama Yayasan Khouw Kalbe ini tidak hanya memberikan sokongan dana, tetapi juga pelatihan pengembangan kapasitas dan mentoring bagi penerimanya.

Beasiswa SEHAT—kependekan dari Sarana Edukasi untuk Harapan dan Aksi Tenaga Kesehatan—dirancang untuk menjaring calon tenaga kesehatan yang kelak bersedia mengabdi di wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK). Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi sumber daya manusia kesehatan nasional.

Bantuan Dana dan Pelatihan untuk Mahasiswi Poltekkes

Setiap penerima beasiswa jenjang diploma akan mendapatkan dana pendidikan maksimal Rp 10 juta per semester. Bantuan ini mencakup biaya UKT, SKS, praktik, hingga uji kompetensi. Khusus mahasiswi diploma tahun akhir, tersedia tambahan dana penelitian sebesar Rp 3 juta yang diberikan satu kali.

Sementara itu, bagi mahasiswi jenjang profesi, selain dana pendidikan, mereka juga memperoleh dana penunjang kapasitas Rp 1,2 juta per semester. Peserta dari jenjang profesi bahkan berkesempatan menjadi mentor dan menginisiasi proyek sosial di kemudian hari.

Penerima beasiswa akan masuk ke dalam ekosistem pembelajaran Yayasan Khouw Kalbe dan mendapatkan akses jejaring nasional maupun internasional. Mereka juga wajib mengikuti pelatihan pengembangan kapasitas yang telah disiapkan.

Jurusan dan Syarat Pendaftaran

Beasiswa ini terbuka untuk sepuluh program studi di Poltekkes, mulai dari Keperawatan, Kebidanan, Gizi dan Dietetika, Farmasi, Sanitasi Lingkungan, Teknik Laboratorium Medik, Kesehatan Gigi, Promosi Kesehatan, Fisioterapi, hingga Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi.

Pendaftar wajib merupakan WNI perempuan dan belum menikah. Untuk jenjang diploma D3/D4, usia maksimal 24 tahun, sementara jenjang profesi maksimal 27 tahun. Mahasiswi yang mendaftar juga harus aktif dalam kegiatan organisasi atau kemasyarakatan dan bersedia menjadi YKK Ambassador.

Persyaratan akademik cukup ketat. Pendaftar diploma semester 1 harus memiliki nilai rapor SLTA minimal 80 per semester. Sementara pendaftar D4 semester 3 wajib memiliki IPK minimal 3,30, dan jenjang profesi minimal 3,75. Setiap pendaftar juga harus membuat esai refleksi diri tulisan tangan sebanyak 250–450 kata. Khusus jenjang profesi, peserta wajib mengunggah video berdurasi 60 detik di Instagram atau TikTok yang menjelaskan alasan pengabdian di wilayah DTPK.

Jadwal Seleksi dan Cara Mendaftar

Pendaftaran dibuka mulai 8 hingga 30 Juni 2026 secara online melalui laman resmi SIBK Kemenkes. Calon peserta diminta mengisi formulir dan mengunggah seluruh dokumen persyaratan, termasuk KTP, Kartu Keluarga, pas foto, rapor, KHS, ijazah, surat keterangan mahasiswa aktif, surat rekomendasi, dan hasil scan esai.

Seleksi administrasi berlangsung pada 1–27 Juli 2026, diikuti pengumuman administrasi pada 28 Juli 2026. Tahap selanjutnya adalah tes penulisan esai online pada 1 Agustus 2026 dan tes wawancara online pada 21 Agustus–14 September 2026. Pengumuman akhir akan disampaikan pada 16 September 2026, dilanjutkan registrasi ulang dan orientasi pada September–Oktober 2026.

Informasi lebih lengkap bisa diperoleh melalui sosialisasi online yang akan dilaksanakan pada 2–5 Juni 2026 atau dengan membaca panduan resmi Beasiswa SEHAT 2026.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top