TANJUNG SELOR — Pemerintah Kabupaten Bulungan memilih lingkungan sekolah sebagai pusat peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini. Upacara utama digelar di SMP Negeri 1 Tanjung Selor, sementara Wakil Bupati Bulungan memimpin jalannya upacara di SMP Negeri 6 Tanjung Selor.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi rujukan dalam setiap aspek kehidupan. Menurutnya, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan tidak boleh berhenti di ranah teori.
“Sebagai bangsa Indonesia, kita harus menjaga dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya usai upacara.
Syarwani juga menyoroti arahan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dinilainya relevan untuk semua elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Ia menyebut pesan tersebut menjadi pengingat kolektif agar Pancasila terus dijalankan dalam berbagai aspek kehidupan.
Di hadapan para pelajar, Syarwani secara spesifik mengingatkan tentang bahaya informasi yang tidak terverifikasi. Ia menilai kemudahan akses informasi justru bisa membuat generasi muda kehilangan arah jika tidak dibekali nilai luhur bangsa.
“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi tetap harus saling menghargai. Jangan sampai informasi yang disebarkan justru menyesatkan atau tidak benar,” ucapnya.
Menurutnya, ruang kebebasan berekspresi yang luas saat ini harus diimbangi dengan tanggung jawab pribadi, terutama dalam menyaring setiap informasi yang diterima dan disebarkan.
Pemilihan SMP Negeri 1 Tanjung Selor sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah menilai pelajar adalah kelompok yang paling rentan terpapar pengaruh negatif, namun juga paling potensial menjadi agen perubahan.
“Melalui momentum ini, pemerintah daerah berharap generasi muda semakin memahami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” demikian pernyataan tertulis yang diterima dari panitia penyelenggara.