Ribuan Umat Buddha Padati Wihara Ekayana Arama Jakarta Barat untuk Perayaan Tri Suci Waisak 2569

Penulis: Panji Pratama  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 15:58:01 WIB
Ribuan umat Buddha memadati Wihara Ekayana Arama Jakarta Barat dalam perayaan Tri Suci Waisak 2569.

KALIMANTAN UTARA — Wihara Ekayana Arama menjadi pusat perayaan Tri Suci Waisak 2569 Buddhis pada Minggu (31/5). Ribuan umat Buddha dari Jakarta dan sekitarnya memadati kompleks wihara yang berlokasi di Jakarta Barat itu sejak pagi hari.

Rangkaian Prosesi Peringatan Tiga Peristiwa Suci

Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama: kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan wafatnya (Parinibbana). Rangkaian prosesi di Wihara Ekayana Arama berlangsung khidmat dengan pembacaan paritta dan medisi bersama.

Umat yang hadir tampak mengenakan pakaian putih, simbol kesucian dalam tradisi Buddhis. Mereka mengikuti setiap rangkaian acara dengan tertib, mulai dari pradaksina (jalan mengelilingi wihara) hingga pemberian dana makanan kepada para bhikkhu.

Wihara Ekayana Arama Jadi Pusat Perayaan di Jakarta

Wihara Ekayana Arama merupakan salah satu vihara terbesar di Jakarta yang kerap menjadi tuan rumah perayaan besar umat Buddha. Lokasinya yang strategis di kembangan, Jakarta Barat, memudahkan akses bagi umat dari berbagai wilayah.

Setiap tahun, ribuan umat memang menjadikan Wihara Ekayana Arama sebagai tujuan utama untuk merayakan Waisak. Suasana kekhidmatan terasa sejak pintu gerbang wihara, dengan dekorasi lampion dan umbul-umbul khas Buddhis yang menghiasi area sekitar.

Makna Waisak di Tengah Keberagaman Ibu Kota

Perayaan Tri Suci Waisak di Jakarta menjadi simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setiap tahunnya turut mengamankan jalannya perayaan di sejumlah vihara dan wihara di ibu kota.

Momentum Waisak 2569 Buddhis ini juga dimanfaatkan umat Buddha untuk merenungkan nilai-nilai kedamaian dan kasih sayang universal. "Semoga perayaan ini membawa kedamaian bagi seluruh makhluk," demikian pesan yang mengemuka dalam setiap doa yang dipanjatkan.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top