TANJUNG SELOR — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengonfirmasi bahwa Kalimantan Utara memiliki potensi besar sebagai lokasi penemuan spesies tumbuhan baru. Kawasan hutan di provinsi termuda di Indonesia ini dinilai masih menyimpan banyak jenis flora yang belum teridentifikasi oleh ilmuwan.
Pernyataan itu disampaikan BRIN menanggapi hasil eksplorasi awal yang menunjukkan tingginya tingkat endemisme di beberapa titik di Kaltara. Kondisi geografis yang masih alami dan minim intervensi manusia disebut menjadi faktor utama.
Para peneliti BRIN menilai bahwa Kalimantan Utara memiliki ekosistem yang relatif terjaga dibandingkan wilayah Kalimantan lainnya. Hutan di daerah perbatasan ini menjadi habitat bagi spesies yang belum pernah dikoleksi atau dideskripsikan secara ilmiah.
Beberapa kawasan konservasi dan hutan lindung di Kabupaten Bulungan, Malinau, dan Nunukan menjadi titik fokus eksplorasi. Tim peneliti menemukan indikasi awal beberapa spesimen tumbuhan yang morfologinya tidak cocok dengan spesies yang sudah tercatat di database nasional.
Temuan spesies baru bukan hanya soal catatan ilmiah. BRIN menekankan bahwa keanekaragaman hayati ini bisa menjadi basis pengembangan bahan baku obat-obatan, kosmetik, hingga pangan fungsional di masa depan.
Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN menyebut potensi ini harus dikelola dengan riset yang berkelanjutan. "Kami mendorong riset ekstensif di Kaltara. Jangan sampai spesies punah sebelum sempat dipelajari manfaatnya," ujarnya.
BRIN berencana memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah dan universitas di Kalimantan Utara untuk mempercepat inventarisasi flora. Langkah ini penting mengingat ancaman deforestasi dan alih fungsi lahan yang terus berlangsung.
Beberapa ekspedisi ilmiah telah dijadwalkan sepanjang tahun ini untuk mendokumentasikan temuan-temuan potensial. Setiap spesimen yang dikumpulkan akan melalui proses identifikasi molekuler untuk memastikan statusnya sebagai spesies baru atau variasi dari spesies yang sudah dikenal.