TANJUNG SELOR — Forum yang digelar bersama mahasiswa, pelaku UMKM, dan organisasi kepemudaan itu berlangsung hangat. Peserta aktif menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di tengah perkembangan Kota Tanjung Selor.
Herman menyebut sektor ekonomi kreatif memiliki peluang besar untuk terus tumbuh. Hal ini seiring meningkatnya aktivitas anak muda dan perkembangan usaha lokal di wilayah tersebut.
Menurut Herman, dukungan berkelanjutan sangat diperlukan. Bentuknya bisa berupa pelatihan, perluasan akses pemasaran, hingga penguatan jejaring usaha bagi para pelaku UMKM.
"Ada tiga isu yang kami bawa dalam reses kali ini yakni berkenaan dengan pengembangan ekonomi kreatif, pendidikan hingga tata kelola bagi para pelaku UKM di Tanjung Selor," ujarnya, Ahad (24/5/2026).
Dari sisi pendidikan, sejumlah mahasiswa menyampaikan kekhawatiran mengenai relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri. Mereka juga mendorong agar pemerintah daerah lebih aktif membuka program magang dan pelatihan vokasi.
Herman menegaskan bahwa semua masukan yang terkumpul akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan di DPRD Kaltara. "Kita pastikan kita serap aspirasi masyarakat dan akan kita kawal bersama," sebutnya.
Melalui kegiatan ini, Herman berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin secara langsung. Ia menilai forum seperti ini bukan hanya ajang mendengar keluhan, tetapi juga ruang diskusi untuk mencari solusi bersama.
"Kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar mendengar aspirasi, tetapi juga menjadi ruang diskusi bersama untuk mencari solusi terhadap persoalan yang ada," tutupnya.
Reses di Tanjung Selor ini menjadi salah satu rangkaian penjaringan aspirasi yang dilakukan anggota DPRD Kaltara menjelang masa sidang berikutnya. Seluruh usulan akan direkapitulasi untuk dibahas di tingkat komisi dan fraksi.