NUNUKAN — Pemerintah Kabupaten Nunukan menyambut positif langkah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara yang meluncurkan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pelabuhan Liem Hie Djung. Uji coba atau soft launching dilakukan pada Selasa (19/5/26) dan dinilai sebagai titik awal transformasi pelayanan di pintu masuk transportasi laut dan sungai daerah tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin, menyatakan kehadiran QRIS akan memangkas waktu transaksi di pelabuhan. Sistem ini memungkinkan pembelian tiket dan pembayaran fasilitas lain dilakukan secara non-tunai.
"Ini dalam hal mempermudah akses bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan, terutama dalam pembelian tiket dan fasilitas-fasilitas lainnya yang ada di pelabuhan ini," ujar Amin dalam pernyataan yang dikutip dari rilis resmi.
Menurut Amin, penggunaan QRIS sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan kecepatan dan transparansi. Aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di wilayah perbatasan seperti Nunukan diyakini akan lebih lancar dengan sistem ini.
Keberhasilan uji coba di Pelabuhan Liem Hie Djung membuka peluang replikasi di berbagai fasilitas publik lainnya. Pemerintah daerah berkomitmen memperluas pemanfaatan QRIS, baik di aset milik provinsi maupun kabupaten.
"Pada prinsipnya, kami dari Pemda sangat mendukung dan sangat optimis penggunaan QRIS ini ke depannya akan bisa juga diterapkan di tempat-tempat yang lain," tegas Amin.
Salah satu target terdekat adalah digitalisasi di Pelabuhan Sungai Jepun yang dikelola Pemkab Nunukan. "Termasuk di beberapa dermaga yang menjadi wilayah pengelolaan Kabupaten Nunukan," imbuhnya.
Perluasan digitalisasi tidak berhenti di sektor transportasi perairan. Pemerintah daerah berencana menerapkan QRIS di berbagai sektor retribusi dan pelayanan pembayaran publik lainnya.
"Demi mempermudah masyarakat, Insya Allah akan kita kembangkan dan kita komunikasikan terus, baik dengan BI maupun dari Provinsi Kaltara ke depannya. Ini bisa mempermudah bagi masyarakat kita di Kabupaten Nunukan secara bertahap," pungkas Amin.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya masif memperluas ekosistem transaksi digital di Kalimantan Utara, khususnya di kawasan pelabuhan yang menjadi gerbang utama mobilitas warga dan barang.