KALIMANTAN UTARA — Dukungan itu disampaikan McAvoy saat hadir di studio Entertainment Weekly dalam ajang Toronto International Film Festival pada Jumat (11/9). Ia mengaku antusias menyaksikan arah baru komik legendaris tersebut di layar lebar.
"Saya sangat antusias melihat apa yang bakal terjadi selanjutnya," ujar McAvoy seperti diberitakan People pada Minggu (13/9).
Pesan itu ia tujukan langsung kepada Abbott dan seluruh jajaran pemeran baru. McAvoy berharap estafet peran Profesor X berjalan mulus di tangan aktor yang dikenal lewat sejumlah proyek independen tersebut.
Kembali Jadi Penonton Setelah Bertahun-tahun Jadi Mutan
McAvoy bukan nama baru di waralaba X-Men. Ia memerankan versi muda Charles Xavier dalam seri film yang dimulai dari X-Men: First Class hingga Dark Phoenix.
Sebelum terlibat, ia lebih dulu penggemar berat komiknya. Kini posisinya berbalik menjadi penonton biasa.
"Saya sudah menjadi penggemar sebelum menjadi bagian dari proyek tersebut, dan sekarang saya akan kembali menjadi penggemarnya lagi," katanya.
Siapa Saja Mutan Generasi Baru di Reboot Ini
Marvel Studios sebelumnya memperkenalkan jajaran pemeran baru dalam gelaran D23. Selain Abbott sebagai Profesor X, ada sederet nama besar yang mengisi karakter ikonik.
- Sadie Sink sebagai Jean Grey
- Kit Connor sebagai Cyclops
- Samara Weaving sebagai Emma Frost
- Maya Boyd sebagai Storm
- Inde Navarrette sebagai Rogue
- Adam Driver sebagai Mr. Sinister
Komposisi ini menandai perombakan besar setelah era Hugh Jackman, Patrick Stewart, dan Michael Fassbender. Marvel memilih wajah-wajah baru untuk membangun fondasi mutan di fase berikutnya.
Jadwal Tayang dan Posisinya di Fase Marvel Berikutnya
Reboot X-Men dijadwalkan tayang 5 Mei 2028. Tanggal itu menempatkan proyek ini sebagai salah satu penopang utama peta jalan Marvel Studios pasca-Avengers.
Bagi Abbott, ini jadi lompatan besar setelah kariernya di film-film drama dan horor. Ia harus menanggung ekspektasi penggemar yang sudah melekatkan wajah Stewart dan McAvoy pada karakter Profesor X selama lebih dari dua dekade.
Pernyataan McAvoy setidaknya meredakan kekhawatiran soal transisi antar generasi. Waralaba X-Men memang dikenal sebagai salah satu properti paling loyal penggemarnya di pasar global, termasuk Indonesia.