Direktur Pegadaian Ismail Ilyas Kembali ke Unand, Bagikan Kunci Sukses Dunia Kerja

Penulis: Panji Pratama  •  Rabu, 30 September 2026 | 14:20:31 WIB
Direktur PT Pegadaian Ismail Ilyas berbagi pengalaman karier kepada mahasiswa Universitas Andalas dalam sesi "Alumni Calling".

KALIMANTAN UTARA — Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian Ismail Ilyas kembali ke Universitas Andalas untuk berbagi pengalaman karier kepada ratusan mahasiswa dalam sesi "Alumni Calling", Selasa (15/9). Kegiatan ini bagian dari program Indonesia Punya Kamu 2026 "Connecting Generations" yang digelar Pegadaian bersama Garuda TV.

Ismail Ilyas bukan nama asing di lingkungan Universitas Andalas. Pria yang kini duduk di jajaran direksi PT Pegadaian itu menempuh pendidikan di kampus yang sama sebelum meniti karier di industri keuangan nasional. Dalam sesi bertajuk "Dari Ranah Minang, untuk Nusantara", ia memaparkan perjalanan panjangnya dari bangku kuliah hingga dipercaya mengelola fungsi manajemen risiko di salah satu BUMN sektor keuangan terbesar Indonesia.

Program Indonesia Punya Kamu 2026 "Connecting Generations" dirancang sebagai jembatan antara pemimpin korporasi dan generasi muda. Melalui berbagai ruang berbagi pengalaman, para profesional diminta turun langsung menemui mahasiswa, bukan sekadar memberi ceramah satu arah. Sesi "Alumni Calling" menjadi salah satu format yang dipilih untuk menghadirkan alumni terkemuka kembali ke kampus asalnya.

Kompetensi dan Mentalitas yang Dicari Dunia Kerja

Di hadapan mahasiswa, Ismail tidak hanya berbicara soal teori kepemimpinan. Ia mengajak peserta melihat langsung dinamika operasional, tantangan pengambilan keputusan strategis, hingga tekanan yang menyertai posisi manajerial di perusahaan berskala nasional. Mahasiswa diajak memahami bahwa kompetensi teknis saja tidak cukup tanpa mentalitas yang kuat.

"Kembali ke kampus almamater selalu menjadi momen yang berkesan bagi saya. Melalui sesi Alumni Calling ini, kami ingin membuka ruang pemikiran bagi adik-adik mahasiswa bahwa setiap proses dan tantangan yang dihadapi di bangku kuliah adalah pembentuk karakter kepemimpinan di masa depan," ujar Ismail dalam keterangannya.

Ia menekankan pentingnya keberanian mengambil peran bagi generasi muda Ranah Minang. Menurutnya, mahasiswa perlu terus berkembang dan berkontribusi nyata bagi masyarakat luas sebagai bagian dari langkah bersama "MengEMASkan Indonesia".

Investasi pada Talenta Muda, Bukan Sekadar Program Seremonial

Bagi Pegadaian, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan perusahaan ke kampus. Perusahaan pelat merah itu memposisikan program ini sebagai bentuk investasi pada sumber daya manusia unggul. Selama ini Pegadaian dikenal lewat layanan pembiayaan, investasi emas, dan ekosistem finansial. Namun melalui Indonesia Punya Kamu 2026, perusahaan memperluas perannya ke pengembangan kapasitas talenta muda.

Sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi diharapkan memicu inovasi serta rasa percaya diri mahasiswa. Khususnya di Universitas Andalas, Ismail berharap para mahasiswa siap berkontribusi di berbagai sektor setelah lulus nanti.

Pendekatan semacam ini sejalan dengan kebutuhan pasar kerja Indonesia yang terus berubah. Lulusan baru tidak hanya dituntut menguasai bidang studi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika organisasi, memahami risiko, dan mengambil keputusan berbasis data. Pengalaman langsung dari praktisi seperti Ismail menjadi semacam gambaran nyata bagi mahasiswa tentang apa yang menanti mereka setelah wisuda.

Bagi Pegadaian, keterlibatan dalam program ini memperkuat posisinya sebagai BUMN yang tidak hanya berorientasi laba, tetapi juga pembangunan kapasitas generasi penerus. Kolaborasi dengan Garuda TV sebagai mitra media memberi jangkauan lebih luas, sehingga pesan tentang pentingnya kesiapan karier tidak berhenti di ruang kelas Universitas Andalas saja.

Ismail menutup sesi dengan pesan bahwa perjalanan karier dibangun bertahap. Proses di bangku kuliah, termasuk menghadapi tugas dan tekanan akademik, menjadi fondasi karakter kepemimpinan yang akan diuji di dunia kerja sesungguhnya.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top