KALIMANTAN UTARA — Infinix memperkenalkan XPAD 30 Pro sebagai penerus XPAD 20 Pro yang baru meluncur Oktober 2025. Jarak generasi yang tergolong singkat ini membawa pembaruan di layar, chipset, dan kapasitas baterai. Tablet ini menjalankan XOS 16 dan tersedia dengan dukungan kartu SIM serta jaringan 4G.
Klaim peningkatan performa 35,6 persen datang dari pihak Infinix, bukan hasil pengujian independen. Angka itu perlu diverifikasi lewat benchmark pihak ketiga sebelum dijadikan patokan.
Panel berukuran 11 inci ini membawa resolusi 2.5K dan rasio screen-to-body 85 persen. Tingkat kecerahan mencapai 550 nits, angka yang cukup untuk pemakaian dalam ruangan, tapi belum tentu nyaman di bawah sinar matahari langsung.
Untuk pemakaian panjang, layar sudah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland Hardware-Level Low Blue Light dan Flicker-Free. Dua sertifikasi ini relevan buat mahasiswa yang sering membaca dokumen atau mengikuti kelas online berjam-jam.
Sektor audio didukung DTS 3D surround sound. Klaimnya menghasilkan karakter suara lebih dinamis untuk kelas daring, musik, video, dan gaming.
Dapur pacu memakai MediaTek Helio G200 Ultimate dengan fabrikasi 6nm. Infinix mengarahkan chipset ini untuk multitasking, berpindah antar aplikasi, dan gaming dengan respons lebih baik.
Ada Esports Mode yang mengurangi gangguan saat bermain sambil mengoptimalkan respons sentuhan, aplikasi latar belakang, dan koneksi jaringan. Wet Touch Technology menjaga layar tetap responsif saat jari atau permukaan layar basah.
Fitur AI Magic Voice Changer menyediakan 25 efek suara untuk variasi sesi gaming. Catatan penting: sejumlah fitur tertentu mensyaratkan RAM minimal 6GB, jadi varian terbawah kemungkinan tidak mendapat akses ke semua fitur.
Kapasitas baterai 8.200mAh menjadi salah satu peningkatan dibanding pendahulunya. Angka ini tergolong besar untuk tablet kelas Rp3 jutaan dan dirancang menemani aktivitas belajar, kerja, streaming, dan gaming dalam durasi panjang.
Infinix menyertakan All-Scenario Bypass Charging yang mengarahkan aliran daya langsung ke perangkat saat dipakai sambil diisi. Mekanisme ini ditujukan mengurangi panas dan menjaga kondisi baterai. Sayangnya, belum ada data waktu pengisian penuh dari bahan yang tersedia.
XPAD 30 Pro tersedia dengan dukungan kartu SIM dan jaringan 4G, sehingga tetap terhubung saat tidak ada Wi-Fi. Fleksibilitas ini berguna di kampus, perjalanan, atau lokasi kerja tanpa akses jaringan nirkabel.
Harga mulai Rp3 jutaan menempatkan tablet ini di segmen yang padat. Pesaing di rentang serupa menawarkan kombinasi spesifikasi yang tidak jauh berbeda, sehingga calon pembeli perlu membandingkan langsung sebelum memutuskan.
XPAD 30 Pro cocok buat mahasiswa dan pekerja muda yang butuh tablet layar luas dengan baterai tahan lama untuk belajar, kerja ringan, dan hiburan. Dukungan 4G membuatnya praktis dibawa ke kampus atau perjalanan tanpa bergantung Wi-Fi.
Kurang cocok buat pengguna yang mengutamakan performa gaming berat atau konektivitas 5G. Untuk pekerjaan kreatif seperti editing video kompleks, chipset Helio G200 Ultimate kemungkinan cepat mentok. Sebelum membeli, tunggu hasil benchmark independen dan konfirmasi varian RAM yang benar-benar tersedia di pasaran.