KALIMANTAN UTARA — Kami menguji Galaxy Z Fold 8 Ultra sebagai perangkat harian selama beberapa hari — dipakai untuk membalas email, meninjau foto, menonton video, dan sesekali merekam klip pendek. Fokus pengujian ada pada tiga hal yang paling sering ditanyakan calon pembeli: apakah baterai barunya benar-benar terasa, seberapa jauh peningkatan kamera, dan apakah absennya S Pen masih bisa dimaafkan di harga segini.
Ketebalan bodi di bawah 1 cm saat terlipat dan sekitar 4 mm ketika dibuka membuat Fold 8 Ultra terasa jauh lebih ringan digenggam dibanding generasi awal Fold. Perbedaannya terasa saat dipakai satu tangan untuk membalas chat singkat di layar cover.
Layar dalam 8 inci memberi pengalaman mendekati tablet mini. Lapisan anti-reflektif baru membuat layar lebih nyaman dipakai di bawah sinar matahari langsung, dan lipatan di tengah tampak lebih tersamar dibanding Fold 7.
Rating IP48 jadi peningkatan nyata: tahan air hingga 1,5 meter selama 30 menit dan terlindungi dari benda padat berukuran sekitar 1 mm. Tapi jangan salah paham — debu halus dan pasir tetap berisiko masuk ke engsel. Ini keterbatasan struktural perangkat lipat yang belum sepenuhnya terpecahkan.
Ini peningkatan paling terasa dari generasi sebelumnya. Kapasitas naik dari 4.400 mAh ke 5.000 mAh, dipadukan Snapdragon 8 Gen 5 Elite yang lebih efisien. Dalam pemakaian campuran — layar dalam dan cover bergantian, media sosial, email, sesekali video — tambahan waktu pakai terasa nyata dibanding Fold 7.
Pengisian cepat 45W juga lompatan besar dari 25W. Samsung mengklaim 0 hingga 67 persen bisa dicapai dalam sekitar 30 menit. Untuk pengguna yang sering lupa mengisi daya semalam, ini menghilangkan kebiasaan menunggu lama di pagi hari.
Kamera utama 200 MP dengan sensor 1/1,3 inci dan bukaan f/1.7 adalah tulang punggung sistem ini. Hasilnya tajam, detail, dan tetap meyakinkan saat cahaya mulai berkurang menjelang malam. Ultrawide 50 MP dengan sensor 1/2,5 inci juga matang — detail lanskap dan foto arsitektur pada sore hari terlihat kaya dan enak dilihat.
Masalahnya ada di lensa telefoto. Jangkauan 3x setara 67mm, sensor 1/3,94 inci, resolusi 10 MP. Untuk flagship 2026, angka ini tertinggal jauh dari kompetitor yang sudah pakai sensor telefoto lebih besar dan zoom optik lebih panjang. Masih berguna untuk kebutuhan sehari-hari, tapi detail hasil zoom tidak sekuat kamera utama maupun ultrawide.
Mode portrait bekerja baik: subjek tajam, bokeh natural, warna cerah khas Samsung. Dua kamera selfie 10 MP — satu di layar dalam (18mm) dan satu di layar depan (24mm) — cukup untuk media sosial, tapi jelas belum menandingi kamera utama 200 MP.
Aspek rasio layar dalam yang mendekati persegi (sekitar 13,6 x 15,2 cm) jadi kompromi lain yang sering luput dibahas. Saat menonton video 16:9, area hitam di kiri-kanan gambar cukup besar. Ruang layar luas yang jadi daya tarik utama Fold justru tidak termanfaatkan penuh untuk konsumsi video.
Untuk editing foto, membaca dokumen, atau multitasking, rasio ini justru menguntungkan. Jadi tergantung kebiasaan: kalau mayoritas konsumsi kontenmu video landscape, layar cover mungkin lebih sering dipakai.
Layar besar memudahkan proses memilih, meninjau, dan mengedit foto. Layar cover memungkinkan merekam vlog atau selfie pakai kamera belakang, sehingga kualitas hasil jauh lebih baik daripada mengandalkan kamera depan.
Snapdragon 8 Gen 5 Elite mendukung perekaman hingga 8K 30p atau 4K 120p, plus profil flat untuk color grading mandiri. Kombinasi ini menarik bagi kreator yang butuh fleksibilitas tanpa membawa perangkat tambahan.
Galaxy Z Fold 8 Ultra adalah ponsel lipat yang semakin matang. Desain tipis, layar besar, baterai lebih baik, pengisian cepat, dan kemampuan video kuat menjadikannya perangkat premium untuk produktivitas dan hiburan. Bagi kreator, layar besar dan fleksibilitas kamera belakang untuk selfie atau vlogging jadi nilai tambah nyata.
Cocok buat kamu yang butuh satu perangkat untuk kerja dan konsumsi konten, sering multitasking, dan mengutamakan layar besar. Kurang cocok kalau fotografi telefoto jadi prioritas utama, atau kalau kamu sudah terbiasa bekerja dengan stylus. Untuk pengguna terakhir, flagship konvensional atau menunggu Fold generasi berikutnya dengan dukungan S Pen lebih rasional.