TANA TIDUNG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tana Tidung memastikan data pendidikan di daerahnya bersih dari residu atau data bermasalah. Salah satu caranya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Residu Data Pendidikan yang diikuti para operator satuan pendidikan dari berbagai jenjang.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Seto Setiawan, S.T., M.Pd. Para operator diberikan pemahaman teknis untuk menelusuri dan menyelesaikan permasalahan data di sekolah masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Tidung, Arman Jauhari, menegaskan bahwa ketidakakuratan data bukan sekadar persoalan administrasi. Data yang bermasalah berpotensi menghambat berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan dari Pemerintah Pusat.
“Ketidakakuratan data pendidikan bukan sekadar persoalan administratif. Ini bisa berdampak pada berbagai program pendidikan, termasuk penyaluran bantuan dari Pemerintah Pusat,” ujar Arman.
Karena itu, residu data yang masih tersisa di dalam sistem harus segera ditangani. Disdikbud Tana Tidung pun memperkuat kapasitas operator satuan pendidikan agar mampu menemukan dan memperbaiki data yang belum sesuai kondisi di lapangan.
Bimtek ini menyasar operator dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Pendidikan Kesetaraan. Mereka dianggap memiliki peran sentral dalam memastikan data yang dimasukkan ke sistem benar-benar valid.
“Operator menjadi ujung tombak dalam pemutakhiran data. Karena itu, kami ingin memastikan mereka memiliki pemahaman dan kemampuan teknis yang memadai untuk melakukan perbaikan apabila ditemukan data yang tidak sesuai,” katanya.
Dalam pemaparannya, Seto Setiawan membahas secara teknis berbagai persoalan yang menjadi penyebab munculnya residu data. Para operator juga mendapat panduan langkah-langkah penyelesaian yang bisa langsung diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.
Arman berharap setelah mengikuti bimtek, proses penyelesaian residu data di Kabupaten Tana Tidung berjalan lebih cepat dan tepat. Dengan data yang bersih dan valid, pemerintah daerah lebih mudah melakukan perencanaan program pendidikan.
“Harapan kami, seluruh residu data yang masih ada dapat segera diselesaikan. Data yang valid akan sangat membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan dan memastikan program pendidikan berjalan sesuai kebutuhan,” pungkas Arman.
Pembenahan ini menjadi bagian dari upaya Disdikbud Tana Tidung membangun tata kelola data pendidikan yang lebih tertib, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.