KALIMANTAN UTARA — Hobi tinkering dan 3D printing membuka kemungkinan untuk membuat sendiri perlengkapan rumah yang dibutuhkan. Salah satu contohnya adalah lampu hias berbentuk tanaman yang memancarkan warna-warni, dirancang khusus untuk mempercantik ruangan.
Proyek ini memanfaatkan mikrokontroler ESP32, sebuah chip yang umum dipakai untuk proyek Internet of Things (IoT) dan otomatisasi. Bagi pengguna yang belum familier, ESP32 adalah otak dari lampu ini, memungkinkannya menampilkan berbagai pola warna yang bisa disesuaikan.
Seluruh kebutuhan untuk membangun lampu ini sudah tersedia dan bisa diunduh. Berkas yang dibagikan meliputi file cetak 3D untuk bagian-bagian lampu, instruksi perakitan langkah demi langkah, serta daftar komponen lengkap atau Bill of Materials (BoM).
Dengan adanya BoM, pengguna bisa menyiapkan seluruh komponen elektronik dan material lain yang diperlukan sebelum mulai merakit. Ini memudahkan pemula sekaligus memberi gambaran biaya yang harus dikeluarkan.
Pembuat proyek ini juga mengonfirmasi bahwa versi lampu dengan ukuran lebih besar tengah dalam proses pengembangan. Informasi ini menjadi kabar baik bagi mereka yang menginginkan lampu serupa dengan skala lebih mencolok di ruang tamu atau kamar utama.
Belum ada detail spesifikasi maupun jadwal rilis untuk varian besar tersebut. Namun, ketersediaan versi awal yang sudah lengkap dengan panduan membuat proyek ini bisa langsung dikerjakan siapa saja yang memiliki printer 3D.
Fenomena seperti ini menunjukkan bagaimana komunitas pembuat (maker) terus berbagi desain fungsional secara terbuka. Daripada membeli lampu dekoratif dengan harga mahal di pasaran, pengguna bisa membuatnya sendiri dengan biaya lebih terkendali dan hasil yang sesuai selera.
Bagi pembaca yang tertarik memulai proyek ini, pastikan printer 3D yang dimiliki memiliki volume cetak yang cukup untuk komponen lampu. Untuk sisanya, ikuti saja instruksi yang tersedia dan lampu meja dengan nuansa tanaman ini siap menemani ruangan Anda.