TANJUNG SELOR — Perkembangan teknologi yang serba cepat memaksa Gerakan Pramuka berbenah. Ketua Harian Kwarda Kaltara, Ir. Yoshua Batara Payangan, menegaskan bahwa sebuah kegiatan yang tidak terdokumentasi dan dipublikasikan dengan baik dianggap belum maksimal dalam memberikan manfaat kepada masyarakat luas.
“Hari ini, sebuah kegiatan dapat diketahui oleh masyarakat dalam hitungan menit, bahkan detik. Sebuah foto, video, atau berita yang kita unggah di media sosial dapat menjangkau masyarakat yang sangat luas,” ujarnya saat membuka pelatihan yang diikuti perwakilan Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Kaltara, baik secara luring di Tanjung Selor maupun daring.
Yoshua menyebutkan, ragam kegiatan Pramuka di Kaltara sebenarnya sangat luas. Mulai dari pendidikan karakter, bakti sosial, kegiatan lingkungan, pengabdian masyarakat, hingga perkemahan dan kegiatan kreatif lainnya.
“Jangan sampai kegiatan kita sudah luar biasa, tetapi dokumentasinya kurang baik. Jangan sampai kegiatan yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat, tetapi informasinya tidak pernah sampai kepada masyarakat luas,” tuturnya.
Ia menilai, celah inilah yang kerap membuat kontribusi Pramuka kurang dikenal. Padahal, nilai-nilai positif tersebut penting untuk diketahui publik sebagai bentuk akuntabilitas dan penguatan citra organisasi.
Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara memegang kamera atau mengoperasikan aplikasi pengeditan. Lebih dari itu, para kader informasi yang tersebar di Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, dan Tarakan ini diharapkan mampu membangun narasi.
“Sebuah foto harus mampu menyampaikan pesan. Sebuah video harus mampu menggambarkan suasana dan makna sebuah kegiatan. Dan sebuah berita harus mampu memberikan informasi yang benar, jelas, berimbang, serta mudah dipahami oleh masyarakat,” jelas Yoshua.
Target utama pelatihan ini adalah terbentuknya sinergi antara Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwarda dengan Kwarcab di seluruh kabupaten kota. Dengan begitu, informasi kegiatan dari Tarakan hingga Tana Tidung dapat saling terhubung dan dibagikan.
“Ketika ada kegiatan yang menarik di Tarakan, Nunukan, Malinau, Bulungan, Tana Tidung maupun di wilayah lainnya, informasinya dapat saling dibagikan,” ungkapnya.
Ia berharap pelatihan dua hari ini melahirkan kader yang kompeten dalam menulis berita, memproduksi video, mendesain konten, serta mengelola media sosial secara kreatif dan bertanggung jawab. Publikasi yang positif dinilai menjadi bagian penting dari upaya membangun citra Gerakan Pramuka di tengah masyarakat.