Sedimentasi Dangkalkan Dermaga Kedatangan Pelabuhan Kayan II Bulungan, Penyedotan Pasir Mulai Kamis

Penulis: Panji Pratama  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:28:32 WIB
Penyedotan pasir sedimentasi di dermaga kedatangan Pelabuhan Kayan II Bulungan dijadwalkan dimulai Kamis (27/8).

Pemerintah Kabupaten Bulungan memastikan penanganan pendangkalan di dermaga kedatangan Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor segera dimulai dengan penyedotan sedimentasi yang dijadwalkan berlangsung Kamis (27/8). Langkah ini diambil setelah peninjauan langsung menemukan pasir yang mengendap dan menyulitkan kapal saat air surut. Untuk sementara, aktivitas bongkar muat penumpang dialihkan ke dermaga keberangkatan agar layanan transportasi sungai di Kalimantan Utara tidak terganggu.

TANJUNG SELOR — Penanganan darurat pendangkalan di Pelabuhan Kayan II akhirnya menemui titik terang. Sekretaris Daerah Bulungan Risdianto memastikan penyedotan pasir sedimentasi di area dermaga kedatangan akan mulai dikerjakan besok, Kamis (27/8).

Keputusan ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Bulungan Syarwani setelah tinjauan lapangan yang melibatkan Polresta Bulungan, Dinas Perhubungan, dan Pos Pelabuhan Kayan II UPP Kelas II Tanjung Selur.

Alur Pelayaran Semakin Sempit Saat Air Surut

Hasil pengecekan langsung menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Saat air laut surut, gundukan pasir terlihat jelas di dasar dermaga kedatangan, sementara kedalaman air hanya berkisar empat meter ketika pasang.

"Sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan di dermaga kedatangan Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor ini segera kita tangani. Kita jadwalkan besok mulai penyedotan pasirnya," ujar Risdianto di Tanjung Selor, Rabu.

Penumpang Dialihkan ke Dermaga Keberangkatan

Selama proses penyedotan berlangsung, aktivitas bongkar muat penumpang tidak akan berhenti total. Pemkab Bulungan memastikan seluruh layanan dialihkan sementara ke dermaga keberangkatan supaya perjalanan speedboat dari Tanjung Selor menuju Tarakan dan wilayah lain di Kaltara tetap berjalan normal.

Penanganan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, yakni Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap), pengusaha sedot pasir, serta Polairud Polresta Bulungan.

Penyedotan Pasir Hanya Solusi Jangka Pendek

Risdianto mengakui bahwa penyedotan pasir bukanlah jawaban permanen. Pendangkalan di alur Sungai Kayan merupakan persoalan berulang yang berpotensi mengganggu transportasi air jika tidak ditangani serius.

Untuk itu, Pemkab Bulungan berencana mengusulkan penanganan sedimentasi yang lebih menyeluruh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026. Langkah ini dinilai penting karena Pelabuhan Kayan II merupakan simpul transportasi vital bagi warga yang bergantung pada jalur sungai.

"Untuk penanganan ke depannya, akan kita usulkan melalui APBD Perubahan. Karena ini butuh segera kita tangani untuk kelancaran arus penumpang speedboat dari Tanjung Selor menuju Kota Tarakan dan wilayah lainnya di Kaltara," kata Risdianto.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: kaltara.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top