TARAKAN — Ditpamobvit Polda Kalimantan Utara memastikan sistem keamanan di dua hotel berbintang di Tarakan sesuai standar operasional. Risk assessment berlangsung sekitar lima jam, sejak pukul 11.00 hingga 16.30 WITA, dan menyasar aspek prosedur hingga kesiapan personel pengamanan.
Kegiatan ini bukan sekadar inspeksi biasa. Tim yang dipimpin Kombes Pol. Joko Bintoro, S.H., S.I.K., M.H., bersama personel Ditpamobvit, berkoordinasi langsung dengan manajemen dan staf kedua hotel yang berada di kawasan Jalan Kusuma Bangsa, Tarakan.
Penilaian difokuskan pada beberapa hal krusial. Mulai dari sistem akses keluar-masuk, prosedur penanganan tamu, hingga kesiapan menghadapi situasi darurat. Petugas juga mengevaluasi efektivitas pengawasan melalui kamera pemantau (CCTV) dan respons cepat petugas keamanan internal.
Dalam proses evaluasi tersebut, tim menemukan sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti. Saran dan rekomendasi perbaikan pun langsung diserahkan kepada pihak manajemen Hotel Diamond dan Hotel Dinasty untuk segera dieksekusi.
Manajemen kedua hotel tidak hanya menerima masukan. Mereka juga menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi dalam pengelolaan keamanan sehari-hari. Hal ini menjadi bahan diskusi untuk mencari solusi bersama demi mendorong peningkatan sistem pengamanan di masing-masing hotel.
Pihak hotel menyambut baik langkah proaktif kepolisian ini. Manajemen berharap koordinasi dan kerja sama dengan Ditpamobvit Polda Kaltara, khususnya dalam bidang keamanan, dapat terus ditingkatkan ke depannya.
Melalui kegiatan ini, Ditpamobvit Polda Kaltara menegaskan komitmennya mendorong pengelola hotel untuk terus melakukan pembenahan. Kesiapsiagaan terhadap potensi gangguan keamanan menjadi prioritas utama, mengingat hotel merupakan objek vital yang kerap menjadi pusat aktivitas publik.
Seluruh rangkaian kegiatan risk assessment di Hotel Diamond dan Hotel Dinasty dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Tidak ada gangguan berarti selama proses audit berjalan.