Pemkot Tarakan Latih 30 UMKM Olah Ikan Bandeng Jadi Produk Presto dan Cabut Duri, Target Tembus Pasar Ekspor

Penulis: Naufal Aditama  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:27:32 WIB
Pelatihan pengolahan ikan bandeng diikuti 30 peserta perwakilan kelurahan dan pelaku UMKM di Tarakan.

TARAKAN — Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Tarakan memfokuskan pelatihan tiga hari ini pada pengolahan hasil laut, menyasar komoditas yang telah ditetapkan sebagai produk unggulan daerah sejak 2021. Sebanyak 30 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh kelurahan dan pelaku UMKM lokal dibekali teknik produksi hingga strategi pengemasan.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Tarakan, Ardiansah, menyebut ketersediaan bahan baku menjadi alasan utama pemilihan komoditas ini. Pasalnya, ikan bandeng mudah didapatkan di Tarakan sehingga potensi produksinya dinilai besar.

"Tahun ini kita mengagendakan kegiatan pelatihan pengolahan hasil laut, khususnya pengolahan ikan bandeng. Pertimbangannya karena ikan bandeng di Tarakan bahan bakunya melimpah dan mudah didapatkan," ujar Ardiansah, Rabu (26/8/26).

Materi Pelatihan: Dari Presto Hingga Marinasi

Selama pelatihan, para peserta tidak hanya belajar teknik dasar, tetapi juga dilatih membuat produk siap jual. Beberapa materi yang diberikan antara lain pembuatan bandeng presto, bandeng cabut duri, hingga proses pemberian bumbu atau marinasi.

Dinas terkait juga telah merencanakan sesi lanjutan yang fokus pada pengemasan dan strategi pemasaran. Hal ini dilakukan agar produk yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Target Ekspor ke Malaysia dan Swiss

Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan keterampilan, melainkan bagian dari strategi besar membangun sinergi antar-pelaku usaha di Tarakan. Pemerintah kota menargetkan produk olahan bandeng mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

"Harapan kita, ada beberapa pelaku UMKM yang sudah bisa menembus pasar nasional bahkan bekerja sama dengan buyer luar negeri seperti ke Malaysia hingga tembus ke Swiss via Jakarta," ungkap Ardiansah.

Menurutnya, kolaborasi antar-UMKM menjadi kunci untuk memenuhi kuota permintaan ekspor yang kerap kali besar. UMKM yang baru tumbuh dapat berperan sebagai mitra pemasok bagi pelaku usaha yang sudah memiliki jaringan ekspor.

"Ketika banyak UMKM yang menguasai teknik pengolahan ini, mereka bisa saling mendukung untuk memenuhi kuota permintaan ekspor. UMKM yang baru tumbuh bisa menjadi mitra bagi UMKM yang sudah exist," pungkasnya.

Produk Unggulan Tarakan Selain Bandeng

Penetapan ikan bandeng sebagai produk unggulan tertuang dalam Surat Keputusan Tahun 2021. Komoditas ini berada dalam daftar yang sama dengan rumput laut, ikan pepija, dan batik khas Tarakan.

Dengan adanya pelatihan ini, Pemkot Tarakan berharap muncul pelaku usaha baru yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Langkah ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah perbatasan tersebut.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top