NUNUKAN — Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Nunukan, William Sinaga, menyampaikan bahwa potensi hujan terjadi dengan intensitas berbeda di tiap kecamatan. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan menggunakan transportasi laut diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berpergian.
Untuk wilayah perkotaan Nunukan, prakiraan cuaca menunjukkan pagi hari cerah berawan. Namun, potensi hujan diprediksi muncul pada siang hari.
"Untuk wilayah Nunukan, pagi cerah berawan, siang berpotensi hujan, malam cerah dan dini hari kembali berpotensi hujan ringan," kata William.
Sementara itu, di Pulau Sebatik, potensi hujan tersebar di empat kecamatan. Sebatik Tengah diprakirakan hujan pada siang hari, sedangkan Sebatik Utara berpotensi hujan pada siang dan dini hari.
Kondisi berbeda diprakirakan terjadi di kawasan pedalaman Nunukan. Sejumlah kecamatan seperti Lumbis Ogong, Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis, Sembakung Atulai, dan Sembakung berpotensi mengalami hujan pada malam hingga dini hari.
Potensi hujan di wilayah pedalaman ini perlu diwaspadai mengingat akses jalan yang terbatas dan medan yang sulit, terutama bagi warga yang hendak melakukan perjalanan antar kecamatan.
William menambahkan, suhu udara di Kabupaten Nunukan diprakirakan berada pada kisaran 21 hingga 31 derajat Celsius. Adapun kelembapan udara mencapai 61 hingga 100 persen.
"Masyarakat perlu tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun menggunakan transportasi laut," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat. Informasi cuaca terbaru dari BMKG dapat dijadikan pertimbangan utama sebelum merencanakan perjalanan, baik darat maupun laut.