Laba Anak Usaha Danantara Capai Rp 330 Triliun, Target 2026 Tembus Rp 360 Triliun

Penulis: Naufal Aditama  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:52:31 WIB
COO BPI Danantara Dony Oskaria menyampaikan target laba anak usaha Rp 360 triliun pada 2026 di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

KALIMANTAN UTARATarget ambisius itu diungkapkan Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, di Jakarta, Selasa (25/8/2026). Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar proyeksi, melainkan hasil dari konsolidasi dan transformasi yang tengah berjalan di tubuh BUMN.

“Kalau secara size daripada net income, tentu kita sudah lebih besar daripada Temasek. Tahun ini saya berharap laba kita Rp 360 triliun, hampir dua kali lipat dari Temasek, dari Rp 136 triliun ke Rp 360 triliun,” kata Dony.

Kinerja Keuangan BUMN dan Transformasi Internal

Pencapaian laba Rp 330 triliun pada 2025 melanjutkan tren positif yang sudah terbangun sejak beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data historis, laba bersih BUMN tercatat sebesar Rp 327,13 triliun pada 2023 dan Rp 304 triliun pada 2024.

Meski demikian, Dony menjelaskan bahwa sebagian dari laba 2025 telah digunakan untuk perbaikan fundamental. Dana tersebut dialokasikan untuk program transformasi dan restrukturisasi, termasuk pencadangan biaya penurunan nilai aset (impairment) sekitar Rp 55 triliun. Setelah perhitungan itu, laba bersih BUMN pada 2025 berada di kisaran Rp 280 triliun hingga Rp 285 triliun.

Proses restrukturisasi ini dinilai penting untuk memastikan kesehatan keuangan jangka panjang perusahaan pelat merah. Dengan fondasi yang lebih kuat, Danantara optimistis mampu mendorong efisiensi dan profitabilitas seluruh anak usahanya.

Perbandingan dengan Temasek dan Komitmen ke Depan

Dony menegaskan bahwa capaian ini perlu diketahui publik sebagai bukti kemampuan Indonesia membangun perusahaan-perusahaan yang handal dan berdaya saing global. Ia menyebut, besarnya laba bersih di bawah Danantara selama ini belum banyak terekspos ke permukaan.

“Teman-teman di Danantara punya komitmen yang mungkin saya rasa tidak banyak orang yang tahu bahwa net income kita lebih besar daripada Temasek. Tetapi inilah roadmap kita ke depan,” ujarnya.

Dengan target Rp 360 triliun pada 2026, Danantara akan menempatkan diri jauh di atas Temasek yang mencatat laba sekitar Rp 136 triliun. Posisi ini sekaligus menegaskan peran Danantara sebagai salah satu sovereign wealth fund terbesar di kawasan, yang mengelola aset dari berbagai sektor strategis seperti energi, perbankan, dan telekomunikasi.

Ke depan, seluruh BUMN di bawah Danantara diharapkan tidak hanya fokus pada perolehan laba, tetapi juga menjaga keberlanjutan operasional dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top