KALIMANTAN UTARA — Kontroversi ini bermula dari laga pembuka Championship musim ini. West Brom mengalahkan Norwich City 2-1, di mana gol penentu kemenangan dicetak oleh Jimmy-Jay Morgan. Namun, dalam tayangan ulang, bola tembakan Morgan terlihat mengenai tangan Heggebo sebelum masuk ke gawang.
Wasit Tim Robinson saat itu mengesahkan gol tersebut. FA kemudian meninjau insiden itu dan memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada pemain internasional Norwegia berusia 25 tahun itu. Heggebo dinyatakan bersalah atas pelanggaran "menipu ofisial pertandingan", sebuah pasal yang baru pertama kali diterapkan sejak diperkenalkan pada musim 2017-2018.
Morrison dengan tegas membela anak asuhnya. Ia menilai tidak ada niat dari Heggebo untuk menipu wasit. Menurutnya, pemain berjuluk Bo tersebut tidak mungkin secara sadar melakukan pelanggaran yang menguntungkan timnya sendiri.
"Kami ingin mendukung Bo karena dia bukan tipe orang seperti itu. Dia kecewa karena tuduhan itu pada dasarnya menuduhnya sebagai penipu, dan kami semua tahu dia bukan itu," ujar Morrison kepada BBC Radio WM.
Morrison menjelaskan kronologi kejadiannya. "Dia akan melihat umpan silang yang masuk, bola itu memantul dari tangan kiper ke arahnya. Dia tidak akan lari ke wasit dan berkata, 'itu handball'. Itu tidak akan pernah terjadi dalam sejuta tahun pun," tegasnya.
Meski kecewa, Morrison mengaku timnya akan menerima keputusan tersebut. Namun, ia memberikan peringatan keras kepada FA. Pelatih asal Skotlandia itu meminta agar kebijakan ini diterapkan secara konsisten sepanjang musim, tidak hanya untuk kasus Heggebo.
"Jika mereka akan melakukan ini, kami menerimanya, tapi mereka harus konsisten sepanjang musim. Jika konsisten, kami semua bisa menghadapinya," tambah Morrison.
Akibat hukuman ini, Heggebo dipastikan absen pada laga melawan Burnley akhir pekan lalu yang berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk West Brom. Ia juga akan melewatkan laga Carabao Cup melawan Newcastle United di St James' Park pada Rabu (25/9) malam WIB.
Keputusan FA ini menjadi preseden penting di sepak bola Inggris. Publik kini menanti apakah otoritas sepak bola Inggris akan konsisten menerapkan aturan ini untuk kasus-kasus serupa lainnya di masa mendatang.