Nilai potongan yang diterima umumnya berkisar A$ 2.400 hingga A$ 4.000, tergantung ukuran sistem dan lokasi pemasangan. Di tingkat negara bagian, New South Wales menawarkan pinjaman tanpa bunga hingga A$ 14.000. Queensland memberikan potongan harga A$ 3.000 untuk sistem tenaga surya dan tambahan A$ 3.000 untuk baterai.
Adapun Australian Capital Territory (ACT) menyediakan pinjaman hingga A$ 15.000. Sistem tenaga surya yang tidak terhubung ke jaringan listrik (off-grid) pun tetap memenuhi syarat untuk memperoleh STCs.
Bank Dunia turut menyokong program ini dengan paket pendanaan yang mencakup pinjaman US$ 820 juta dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), pinjaman lunak US$ 60 juta dari Clean Technology Fund, dan hibah US$ 10 juta dari Livable Planet Fund.
Bank Dunia juga akan menggerakkan dana US$ 4,2 miliar dalam bentuk pinjaman komersial. Program PM Surya Ghar: Muft Bijli Yojana menargetkan insentif pemasangan PLTS atap untuk 10 juta rumah tangga, termasuk pembiayaan tanpa agunan.
Inggris memberikan pembebasan PPN untuk pemasangan sistem tenaga surya dan baterai setidaknya hingga 2027. Pemilik rumah juga dapat menjual kelebihan listrik melalui skema Smart Export Guarantee (SEG).
Italia memiliki skema Ecobonus yang memberikan pengurangan pajak penghasilan 50 persen selama 10 tahun. Spanyol menerapkan PPN nol persen untuk sistem energi surya perumahan sejak 2022 dengan mekanisme net billing.
Tidak adanya insentif hulu membuat adopsi PLTS atap masih terbilang mahal bagi sebagian besar masyarakat. Padahal, transisi energi yang berkeadilan mensyaratkan akses yang merata, bukan hanya untuk industri atau kelompok mampu.
Belum ada pernyataan resmi terbaru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai rencana penerapan skema subsidi PLTS atap serupa negara lain. Masyarakat yang ingin memantau perkembangan kebijakan ini dapat mengakses kanal resmi Kementerian ESDM atau Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE).