Longsor di Nunukan Kini Sentuh Dinding Rumah Warga RT 17 Pongtiku, Pemilik Mengaku Bingung dan Minta Turun Tangan Pemkot

Penulis: Lendra Saputra  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 10:16:32 WIB
Longsor di RT 17 Pongtiku, Nunukan, mengikis tanah hingga menyentuh dinding rumah warga.

NUNUKAN — Warga RT 17 Pongtiku, Kelurahan Nunukan Tengah, hidup dalam kekhawatiran setiap kali hujan turun. Roy Manda, salah satu pemilik rumah di lokasi, mengaku bingung karena longsor yang terjadi di sisi rumahnya terus mengikis tanah hingga menyentuh dinding bangunan.

“Longsor terjadi di sisi rumah dan terus mengikis tanah hingga menyentuh dinding bangunan,” ujarnya kepada Pembawakabar.com.

Upaya Mandiri Tak Cukup Menahan Laju Tanah

Roy mengaku telah berupaya melakukan penanganan darurat secara mandiri. Ia sempat memasang karung yang diisi tanah sebagai penahan di sekitar lokasi longsor, namun material tersebut tidak mampu menghentikan pergerakan tanah.

“Saya sempat blok pakai karung berisi tanah, tetapi tidak mampu menahan,” katanya.

Selain karung, balok-balok kayu juga dipasang untuk memperkuat struktur penahan. Meski begitu, kondisi tanah di sekitar rumahnya masih terus bergerak, terutama setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras beberapa waktu lalu.

Kondisi Berubah Setelah Hujan Deras

Menurut Roy, sebelumnya kondisi tanah di sekitar rumahnya tidak menunjukkan masalah berarti. Perubahan signifikan baru terasa setelah hujan deras mengguyur wilayah Pongtiku dan menyebabkan tanah mulai turun.

“Kemarin masih baik-baik saja. Pas hujan deras kemarin, tanahnya turun. Kalau hujan lagi, apalagi musim hujan saya khawatir tambah parah,” ungkapnya.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, pergerakan tanah berpotensi meluas dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada bangunan rumah.

Harapan Terakhir ke Pemerintah

Roy mengaku telah beberapa kali menyampaikan persoalan ini kepada pihak terkait, termasuk pihak yang memegang proyek di lokasi tersebut. Namun, ia mendapatkan penjelasan bahwa lahan yang terdampak merupakan lahan pribadi, sehingga tidak termasuk dalam cakupan penanganan proyek.

“Saya sudah beberapa kali ajukan ke yang pegang proyek. Katanya itu pribadi, bukan umum punya,” jelasnya.

Ia juga telah melaporkan kondisi ini kepada ketua RT setempat. Hingga kini, belum ada tindak lanjut yang diterimanya terkait penanganan longsor tersebut.

Di tengah keterbatasan, Roy berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Nunukan. Ia memohon agar ada langkah penanganan yang jelas, baik melalui upaya penguatan tanah maupun solusi teknis lainnya, sebelum kerusakan semakin meluas.

“Saya juga bingung harus bagaimana. Ini sudah parah rumah saya. Saya berharap bisa segera ditangani sebelum makin parah. Saya memohon kiranya Pemerintah dapat melihat kami sebagai rakyat kecil,” pungkasnya.

Kondisi ini menjadi perhatian karena pergerakan tanah di permukiman padat berisiko menimbulkan dampak lebih luas. Warga berharap adanya respons cepat dari pemkot untuk memastikan keselamatan dan keamanan rumah warga di RT 17 Pongtiku, terutama menjelang puncak musim hujan.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: pembawakabar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top