Speedboat Race Tarakan: 39 Pembalap dari 6 Daerah, Gubernur Kaltara Sorot Dampaknya ke UMKM dan Jasa

Penulis: Naufal Aditama  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:26:01 WIB
Ribuan warga memadati kawasan pesisir Tarakan untuk menyaksikan Speedboat Race, Ahad (23/8/2026).

TARAKAN — Ribuan warga memadati kawasan pesisir Tarakan untuk menyaksikan Speedboat Race, Ahad (23/8/2026). Di balik kemeriahan balapan jet pump itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menghitung potensi ekonomi yang mengalir ke masyarakat kecil.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menilai antusiasme penonton yang membludak menjadi indikator bahwa olahraga maritim bisa menjadi penggerak ekonomi baru. Ia menyebut sektor transportasi air, kuliner, hingga jasa ikut menikmati lonjakan aktivitas selama dua hari perlombaan.

Dampak ke UMKM dan Jasa Angkutan

Menurut Zainal, keramaian yang terjadi bukan sekadar euforia balapan. Saat penonton datang, kebutuhan konsumsi dan transportasi otomatis meningkat, sehingga uang berputar di tingkat akar rumput.

“Pada saat yang sama urat nadi perekonomian lokal turut berdenyut, para pelaku UMKM, pedagang kecil, penyedia jasa angkutan hingga berbagai sektor ekonomi kira-kira pasti akan memperoleh manfaat dari kegiatan ini,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima media.

Ia menambahkan, momen seperti ini membuktikan bahwa sport tourism bisa berjalan beriringan dengan pariwisata. “Kita ingin olahraga ini dan pariwisata dapat berjalan beriringan ketika masyarakat datang menyaksikan pertandingan, menikmati suasana dan kemeriahan kegiatan,” katanya.

Modal Alam untuk Sport Tourism Maritim

Gubernur Zainal menegaskan Kaltara memiliki modal geografis yang tidak dimiliki banyak daerah. Bentang sungai yang megah, pesisir panjang, dan wilayah perairan luas disebutnya sebagai aset utama untuk mengembangkan wisata berbasis olahraga air.

“Kalimantan Utara dianugerahi kekayaan alam, bentang sungai yang megah, kawasan pesisir dan wilayah maritim yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi daya tarik sport tourism berbasis maritim,” jelasnya.

Ia berharap ajang ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan biasa, melainkan naik kelas menjadi event berskala nasional. “Inilah semangat yang perlu terus kita dorong bahwa setiap perhelatan acara harus mampu menghadirkan kegembiraan sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat kecil,” tukasnya.

Bukan Sekadar Balapan, tapi Bagian dari Budaya Pesisir

Koordinator lomba sekaligus Dan Satrol Kodaeral XIII, Kolonel Laut (P) Nurfarit Syarifudin, mengatakan speedboat bukan alat asing bagi warga Kaltara. Sehari-hari, transportasi ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat kepulauan dan pesisir.

“Speedboat telah menjadi salah satu sarana transportasi sekaligus bagian dari kehidupan masyarakat di Kaltara, sehingga olahraga balap speedboat memiliki kedekatan dengan budaya dan karakter masyarakat Kalimantan Utara,” jelasnya.

Tahun ini, ajang tersebut diikuti 39 peserta yang datang dari Tarakan, Balikpapan, Samarinda, Penajam, Nunukan, hingga Sebatik. Menurut Nurfarit, kompetisi ini menjadi ajang silaturahmi antarpecinta olahraga air di Pulau Kalimantan.

Target Event Tahunan dan Kalender Pariwisata

Penyelenggara menargetkan Speedboat Race bisa menjadi agenda tetap yang masuk kalender pariwisata daerah. Fondasi yang dibangun tahun ini diharapkan mampu menarik lebih banyak peserta dan penonton dari luar provinsi pada edisi berikutnya.

“Kita berharap mampu meletakkan fondasi agar perlombaan ini tumbuh menjadi event tahunan daerah sehingga dapat terangkat dalam kalender pariwisata nasional sebagai daya tarik sport tourism,” beber Nurfarit.

Sementara itu, Wakil Komandan Kodaeral XIII, Laksamana Pertama TNI Bambang Kuncoro, menyebut ajang ini membawa pesan lebih luas tentang kehidupan masyarakat yang tidak terpisahkan dari laut. Olahraga air diharapkan terus tumbuh dan melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Bumi Benuanta.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: benuanta.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top