MA Al-Ikhlas Nunukan Pertahankan Juara Gerak Jalan Indah, Angkat Budaya Tidung Lewat Kostum dan Lagu Bebilin

Penulis: Obi Permana  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:40:31 WIB
MA Al-Ikhlas Nunukan mempertahankan gelar juara I pada Gerak Jalan Indah dengan mengangkat budaya Tidung melalui kostum dan lagu Bebilin.

NUNUKANMA Al-Ikhlas Nunukan membuktikan konsistensinya di ajang Gerak Jalan Indah. Tim putra berhasil mempertahankan gelar juara I, sementara tim putri naik ke posisi runner-up pada perlombaan yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut.

Kemenangan ini bukan sekadar pengulangan sukses. Sekolah sengaja menghadirkan penampilan dengan konsep berbeda dari tahun sebelumnya, yakni mengangkat kekayaan budaya Suku Tidung.

Target Juara I dan Persiapan Tiga Pekan

Guru Ekonomi sekaligus pembina tim, Irwansyah, menyatakan target juara I sudah dipatok sejak awal. "Target kami tentunya juara satu, harapannya bisa mendapatkan juara yang sama seperti tahun sebelumnya, bahkan kalau bisa lebih baik lagi," ujarnya, Sabtu (22/8/2026).

Untuk mencapai target itu, para peserta yang mayoritas berasal dari ekstrakurikuler Paskibraka menjalani latihan intensif selama kurang lebih tiga minggu. Fokus latihan meliputi gerakan, formasi, kekompakan, hingga pendalaman konsep penampilan.

Batik Lulantatibu hingga Lagu Bebilin

Unsur budaya Tidung ditampilkan secara utuh dalam setiap detail penampilan. Para peserta mengenakan sesinggal sebagai aksesori kepala dan memakai batik Lulantatibu, kain khas yang menjadi identitas Kabupaten Nunukan.

Nuansa adat semakin kental melalui alunan lagu Bebilin yang dibawakan saat atraksi. Lagu ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sarat pesan leluhur.

"Melalui lagu Bebilin ini ada pesan dari nenek moyang kepada generasi muda. Kami berharap generasi muda bisa menjaga pesan yang terkandung di dalamnya, seperti saling menghormati dan bekerja sama," jelas Irwansyah.

Kreativitas Musik dari Aspal Jalan

Penampilan MA Al-Ikhlas semakin atraktif dengan penggunaan alat musik yang dikreasikan secara kreatif menggunakan aspal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memadukan gerak jalan dengan unsur seni dan budaya daerah.

Bagi MA Al-Ikhlas, lomba ini bukan hanya soal piala. Kegiatan tahunan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang edukasi bagi pelajar untuk mengenal, mencintai, sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Pengalaman dari perlombaan sebelumnya menjadi modal utama untuk tampil lebih percaya diri. Dengan konsep budaya Tidung yang menjadi pembeda, MA Al-Ikhlas Nunukan tidak hanya mencatatkan prestasi, tetapi juga menunjukkan bahwa semangat kompetisi bisa berjalan beriringan dengan upaya melestarikan budaya lokal. (*)

Reporter: Obi Permana
Sumber: kaltaragrande.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top