Hotel Santika Premiere Ambon Rayakan HUT ke-81 Maluku dengan Tari Wayase dan Lagu Tradisional di Gandaria Restaurant

Penulis: Naufal Aditama  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:24:31 WIB
Karyawan Hotel Santika Premiere Ambon menampilkan Tari Wayase bersama tamu di Gandaria Restaurant dalam perayaan HUT ke-81 Provinsi Maluku.

KALIMANTAN UTARA — Perayaan ulang tahun sebuah daerah biasanya identik dengan upacara resmi atau agenda seremonial. Hotel Santika Premiere Ambon memilih pendekatan berbeda: menjadikan suasana sarapan pagi sebagai panggung apresiasi budaya. Para staf dari berbagai departemen, mulai dari Housekeeping hingga Food & Beverage Product, tampil menghibur tamu yang sedang menikmati hidangan pagi mereka.

Sarapan dengan Iringan Lagu dan Tari Maluku

Acara dibuka oleh Audra Pattiasina, Public Relations Manager Hotel Santika Premiere Ambon, yang bertindak sebagai pembawa acara. Ia menyapa para tamu dan mengajak mereka merayakan hari jadi Provinsi Maluku yang ke-81.

Penampilan pertama datang dari Sabri, staf Housekeeping Department, yang membawakan lagu-lagu tradisional Maluku. Suaranya mengalun di tengah ruangan, memberi nuansa berbeda pada rutinitas sarapan pagi. Setelah itu, para staf perempuan dari Food & Beverage Product Department menampilkan tari kreasi Maluku yang energik, menambah semarak suasana.

Puncak Acara: Tari Wayase Bersama Tamu Hotel

Puncak perayaan terjadi saat seluruh karyawan menampilkan Tari Wayase secara bersama-sama. Yang membuat momen ini istimewa, para tamu tidak hanya menjadi penonton. Karyawan mengajak mereka berdiri dan bergabung dalam tarian, mengubah Gandaria Restaurant menjadi ruang perayaan yang hangat. Karyawan dan tamu melebur dalam satu gerakan, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi inti dari perayaan ini.

Makna di Balik Perayaan

Bagi Hotel Santika Premiere Ambon, perayaan ini bukan sekadar ucapan selamat ulang tahun. "Bagi kami, merayakan HUT ke-81 Provinsi Maluku bukan hanya tentang mengucapkan selamat ulang tahun, tetapi juga tentang bagaimana kita menunjukkan rasa bangga terhadap identitas dan budaya yang kita miliki," ujar Audra Pattiasina. "Melalui musik dan tarian yang dibawakan oleh karyawan kami sendiri, kami ingin menghadirkan semangat Maluku secara langsung di tengah para tamu."

Ia menambahkan bahwa kebahagiaan terbesar adalah ketika tamu tidak hanya menonton, tetapi ikut menari bersama. "Di situlah budaya benar-benar menjadi jembatan yang menyatukan kita," katanya.

Pengalaman Menginap yang Lebih Bermakna di Ambon

Inisiatif ini menunjukkan pergeseran pendekatan perhotelan di Ambon: pengalaman tamu tidak lagi terbatas pada kenyamanan kamar dan kualitas makanan. Hotel kini berperan sebagai pintu masuk untuk mengenal identitas lokal. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Ambon, momen seperti ini memberikan nilai tambah yang tidak bisa didapat dari sekadar membaca brosur wisata.

Bagi Anda yang merencanakan liburan ke Maluku, menginap di hotel yang aktif melibatkan tamu dalam kegiatan budaya bisa menjadi pilihan menarik. Informasi mengenai jadwal kegiatan serupa dapat dikonfirmasi langsung ke pihak hotel melalui akun resmi atau nomor telepon mereka sebelum tanggal kedatangan.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: koreri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top