Gempa NTT 7,7 SR, Menteri Dody Hanggodo Pastikan Air Bersih untuk Warga Terdampak

Penulis: Lendra Saputra  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20:51 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau pemulihan sarana air bersih bagi warga terdampak gempa NTT berkekuatan 7,7 SR.

JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 lalu.

Langkah prioritas difokuskan pada pemulihan sarana dan prasarana air minum agar layanan air bersih tetap berjalan bagi masyarakat yang terdampak, sekaligus memetakan kebutuhan perbaikan infrastruktur di lokasi bencana.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama. Ia memastikan akses air bersih dan sanitasi harus segera dipulihkan.

"Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani. Karena itu, infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar, termasuk sarana air bersih dan sanitasi, harus segera kita cek dan tangani sesuai kondisi di lapangan," kata Menteri Dody Hanggodo.

Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPBPK) NTT dikerahkan untuk memeriksa sarana air minum di Kabupaten Nagekeo, Ende, dan Sikka. Pemeriksaan mencakup Instalasi Pengolahan Air (IPA), jaringan perpipaan, sarana distribusi, serta tampungan air masyarakat.

Salah satu perbaikan yang sudah dilakukan adalah pada jaringan perpipaan SPAM Inpres 2024 IKK Nangaba di Kabupaten Ende yang rusak dan menghambat distribusi air. Perbaikan dikerjakan bersama PDAM Kabupaten Ende mulai 16 Agustus dan tuntas pada malam 17 Agustus 2026, sehingga aliran air kembali mengalir ke rumah warga.

Dukungan MTA dan Hidran Umum

Untuk mempercepat pemulihan, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Pamsimas dilibatkan dalam pendataan dan penanganan langsung sarana air minum yang terganggu di lapangan.

Sebanyak 10 personel tambahan juga diterjunkan dari Kupang untuk membantu pemeriksaan di Maumere, Ende, dan Nagekeo. Mereka bertugas mengecek kondisi sarana serta mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan.

Di Kabupaten Nagekeo, 3 unit Mobil Tangki Air (MTA) dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Rinciannya, 2 unit MTA sudah berada di lokasi dan 1 unit lainnya merupakan MTA pinjam pakai yang sebelumnya dipakai untuk penanganan banjir Mauponggo.

Selain itu, disiapkan 16 unit Hidran Umum (HU), yang terdiri dari 8 unit dukungan yang tersedia saat ini dan 8 unit HU pinjam pakai. Sementara itu, di Kupang, 2 unit mobil tangki air dan 1 unit truk tinja juga disiagakan untuk mendukung penanganan bencana.

Menteri Dody Hanggodo menuturkan bahwa penanganan dilakukan bertahap sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

"Kami akan terus lakukan pengecekan dan inventarisasi di lapangan supaya penanganannya tepat sasaran. Kalau sumber air dan jaringan masih bisa difungsikan, kami optimalkan. Kalau belum, kita siapkan alternatif agar masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih selama masa tanggap darurat," jelas Dody Hanggodo.

Kementerian PU juga terus mendata pos-pos pengungsian untuk memastikan kebutuhan air dan sanitasi terpenuhi cepat. Jika diperlukan, mobilisasi sarana air minum akan dilakukan dari luar NTT, termasuk dari depo di Surabaya.

Pemenuhan air bersih dioptimalkan melalui SPAM atau PDAM selama jaringan berfungsi. Jika jaringan perpipaan terganggu atau belum ada, dukungan diberikan lewat mobil tangki, hidran umum, tampungan air, dan sarana lain sesuai kebutuhan lapangan.

Reporter: Lendra Saputra
Back to top