KALIMANTAN UTARA — Ketidakpastian ekonomi global dan konflik geopolitik yang masih berlangsung tidak menghalangi langkah PT Pertamina International Shipping (PIS) untuk tetap mencatatkan pertumbuhan. Perusahaan pelayaran milik negara ini mengumumkan pendapatan usaha sebesar 3.333,69 juta dolar AS pada 2025, yang kemudian menghasilkan laba bersih 572,48 juta dolar AS.
Jika dikonversi dengan kurs estimasi Rp 16.000 per dolar AS, laba bersih tersebut setara dengan sekitar Rp 9,16 triliun. Kenaikan ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko rantai pasok energi di tengah tekanan biaya dan fluktuasi harga komoditas.
Pendapatan usaha yang diraup PIS berasal dari jasa pengangkutan minyak mentah, produk kilang, dan gas alam cair (LNG). Perusahaan ini merupakan tulang punggung distribusi energi Pertamina Group ke berbagai wilayah, termasuk pasar internasional.
Kenaikan laba bersih sebesar 2,4 persen ini dicatatkan meskipun biaya operasional kapal dan premi asuransi meningkat akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur. Manajemen PIS dinilai berhasil melakukan efisiensi dan optimalisasi rute pelayaran untuk menjaga margin keuntungan.
Sepanjang 2025, PIS tidak hanya fokus pada efisiensi, tetapi juga melakukan ekspansi. Perusahaan menambah beberapa kapal tanker baru ke dalam armadanya untuk memperkuat kapasitas angkut. Langkah ini bertujuan untuk mengamankan pasokan energi nasional dan memperluas jangkauan bisnis ke kawasan Asia Pasifik dan Afrika.
Dengan pendapatan yang solid, PIS juga berkontribusi terhadap pendapatan negara melalui dividen dan pajak. Kinerja positif ini menjadi sinyal bahwa BUMN logistik energi mampu bertahan dan tumbuh di tengah badai ekonomi global.
Ke depan, perusahaan akan terus memonitor dinamika pasar dan kebijakan energi dunia untuk menjaga laju pertumbuhan. Target jangka pendek PIS adalah meningkatkan pangsa pasar pengangkutan kargo pihak ketiga (third-party) di luar grup Pertamina.
Kinerja PIS tahun lalu menjadi salah satu penopang utama pendapatan holding BUMN Migas. Dengan laba di atas 570 juta dolar AS, PIS menegaskan posisinya sebagai pemain kunci di industri pelayaran global.