MALINAU — Brigjen Pol. Yusuf memimpin langsung upacara pembukaan di SPN Polda Kaltara, Malinau, yang dihadiri jajaran Forkopimda dan Pejabat Utama Polda Kaltara. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa setiap peserta didik kelak harus mahir dan terampil menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas umum kepolisian, khususnya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di setiap satuan kewilayahan.
Pendidikan ini mengusung tema strategis: “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.” Tema tersebut selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026.
Melalui tema ini, institusi Polri berkomitmen membentuk personel yang tidak hanya kuat secara fisik dan taktis, tetapi juga matang dalam berpikir, bermoral tinggi, serta peka terhadap perkembangan lingkungan strategis nasional.
Di hadapan 66 calon siswa, Wakapolda menyampaikan sejumlah poin penting yang harus dipedomani selama masa pendidikan. Para siswa diminta meningkatkan iman dan takwa, segera beradaptasi dengan aturan ketat lembaga pendidikan, serta menyiapkan fisik dan mental secara prima.
“Buang jauh-jauh kebiasaan buruk, sikap manja, maupun perilaku individualistis,” tegas Brigjen Pol. Yusuf dalam amanatnya, Kamis (19/12) lalu. Ia juga mengingatkan para siswa untuk mengingat kembali tujuan awal dan cita-cita pengabdian di institusi Polri saat merasa lelah.
Wakapolda memberikan instruksi khusus kepada para tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh di SPN. Mereka diminta menjadi teladan dalam hal sikap, ucapan, kedisiplinan, hingga integritas, karena perilaku mereka akan menjadi cermin bagi para siswa.
“Bangun budaya belajar yang sehat, kompetitif, solid, dan saling menguatkan. Kenali kondisi setiap peserta didik, lakukan intervensi secara tepat, dan pastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam proses pembentukan ini,” pungkasnya.(**)