BMKG Ungkap Alasan Pesawat Citilink QG400 Berputar di Udara Sebelum Mendarat di Tarakan, Kaltara

Penulis: Naufal Aditama  •  Senin, 20 Juli 2026 | 13:52:01 WIB
Pesawat Citilink QG400 terpaksa menunda pendaratan di Bandara Juwata Tarakan akibat angin kencang dari arah laut yang melebihi ambang batas keselamatan.

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, menjelaskan bahwa landasan pacu di Bandara Juwata Tarakan hanya bisa digunakan untuk lepas landas dan mendarat dari satu arah, yakni dari sisi laut. Kondisi ini berbeda dengan bandara lain yang memiliki runway dari dua arah.

"Ketika pesawat mau landing dan anginnya dari laut dengan kecepatan melebihi ambang batas, maka aktivitas pendaratan tidak bisa dilakukan," ujar Sulam, Minggu.

Menurutnya, angin kencang yang bertiup dari arah laut menjadi faktor utama yang memaksa pilot menunda pendaratan. Pilot harus memastikan kondisi aman sebelum akhirnya memutuskan mendarat setelah berkoordinasi dengan menara pengawas penerbangan.

Kronologi Penerbangan dan Prosedur Keselamatan

Corporate Secretary and CSR Group Head Citilink, Tashia Scholz, mengatakan bahwa pesawat QG400 tetap lepas landas dari Balikpapan sesuai jadwal pada pukul 09.15 Wita. Namun, saat tiba di Tarakan, pilot tidak bisa langsung mendarat karena faktor cuaca.

"Pilot menjalankan prosedur operasional dengan berkoordinasi bersama petugas menara pengawas penerbangan sebelum memutuskan melakukan pendaratan," kata Tashia.

Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat pada pukul 11.09 Wita. Petugas telah memberikan penjelasan kepada seluruh penumpang mengenai keterlambatan yang terjadi, dan penumpang disebut dapat menerima penjelasan tersebut dengan baik. Tashia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang.

Kejadian Berulang di Bandara Juwata Tarakan

BMKG Tarakan menegaskan bahwa penundaan pendaratan akibat angin kencang dari laut bukanlah kejadian pertama di Bandara Juwata Tarakan. Karakteristik geografis bandara yang hanya memiliki satu arah pendaratan membuat kondisi ini kerap terulang, terutama saat musim angin barat atau angin timur yang kencang.

"Kalau di sini Tarakan kan hanya satu arah saja. Jadi sudah biasa terjadi kalau anginnya dari laut. Begitu gambaran umumnya," tambah Sulam.

Citilink memastikan bahwa aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. "Kami selalu berupaya sejak dini dalam mengantisipasi hal-hal yang berpotensi mengganggu keselamatan dan keamanan penerbangan," imbuh Tashia.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top