TARAKAN — Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Hermansyah, menjelaskan bahwa suhu muka laut di perairan Kalimantan Utara mencapai 30 hingga 32 derajat Celsius dengan anomali positif 0,5 hingga 1,0 derajat Celsius. Kondisi ini meningkatkan suplai uap air dan memperkuat proses konvektif di wilayah tersebut.
Berdasarkan pengamatan satelit cuaca, pembentukan awan dimulai sekitar pukul 16.00 WITA dengan suhu puncak awan minus 28 hingga minus 62 derajat Celsius. Awan kemudian berkembang pesat pada pukul 16.30 hingga 17.30 WITA, dengan suhu puncak mencapai minus 69 derajat Celsius — indikasi terbentuknya awan Cumulonimbus yang membawa hujan sedang hingga lebat, petir, angin kencang, dan hujan es.
Citra radar cuaca memperlihatkan intensitas hujan mulai meningkat sejak pukul 16.02 WITA dan mencapai puncaknya sekitar pukul 16.57 WITA sebelum perlahan melemah pada pukul 17.34 WITA. BMKG mencatat curah hujan harian di Stasiun Meteorologi Yuvai Semaring masuk kategori lebat dengan kecepatan angin maksimum 18 knot.
Cuaca buruk yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WITA mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik. Satu rumah warga tertimpa pohon tumbang, beberapa atap rumah dan tempat ibadah di Desa Long Katung terlepas, pagar rumah warga roboh, dan tiang radio SSB ikut tumbang. Hingga laporan diterbitkan, belum ada laporan korban jiwa, sementara kerugian material masih dalam proses pendataan.
Muhammad Hermansyah menegaskan bahwa berdasarkan analisis meteorologi terkini, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Utara dalam tujuh hari ke depan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan genangan air, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan. Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta terus memantau perkembangan cuaca serta menyiapkan langkah mitigasi guna meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem.