TARAKAN — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, Denny Harianto, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha di tengah tantangan perekonomian global. Ia menyebut ketidakpastian geopolitik, perubahan iklim, dan pesatnya perkembangan teknologi sebagai faktor yang membuat sinergi semakin krusial.
Dalam sambutannya yang dibacakan di hadapan pengurus Apindo yang baru dilantik, Denny menggarisbawahi posisi strategis Kalimantan Utara. Menurutnya, provinsi ini memiliki potensi besar sebagai wilayah perbatasan dan Kawasan Strategis Nasional.
Potensi tersebut mencakup sektor hilirisasi industri, energi baru terbarukan, perikanan, pertanian, hingga pariwisata. Arah pembangunan ini, lanjut Denny, sejalan dengan hasil Kaltara Investment Forum (KIF) 2026 yang berfokus pada investasi berkelanjutan dan pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk daerah.
Denny berharap kepengurusan Apindo yang baru tidak hanya menjalankan roda organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Sinergi inilah yang menjadi kunci agar Kalimantan Utara mampu terus tumbuh secara berkelanjutan dan memiliki daya saing yang kuat," kata Denny.
Ia menambahkan, Apindo diharapkan dapat terus menjadi jembatan antara pemerintah dan dunia usaha. Tujuannya adalah menciptakan iklim investasi yang sehat, hubungan industrial yang harmonis, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi.
Di sisi lain, Pemprov Kaltara berkomitmen memberikan kemudahan perizinan, meningkatkan infrastruktur, dan menghadirkan kepastian hukum. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan rasa aman bagi para investor yang ingin menanamkan modal di daerah.
"Mari kita satukan langkah, memperkuat kolaborasi dan bersama-sama mewujudkan Kalimantan Utara yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan," pungkas Denny menutup sambutannya.