TANJUNG SELOR — Pemprov Kalimantan Utara menyiapkan langkah konkret untuk mengakselerasi Proyek Karbon Biru M4CR. Rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Zainal A. Paliwang bersama Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, menjadi titik awal percepatan implementasi program tersebut.
Gubernur Zainal menekankan bahwa Pemprov Kaltara siap mendukung penuh Sub-Komponen 1.4 dari program M4CR. Sub-komponen ini secara spesifik menyasar rehabilitasi dan perlindungan kawasan mangrove di wilayah pesisir Kalimantan Utara.
"Program ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat pesisir," kata Zainal dalam rapat yang digelar di Kantor Gubernur Kaltara.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, Pemprov Kaltara memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten yang memiliki kawasan mangrove potensial. Tiga daerah yang menjadi prioritas adalah Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, dan Kabupaten Nunukan.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, Sekretaris Daerah Provinsi Denny Harianto, serta Bupati Nunukan H. Irwan Sabri. Jajaran Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan juga hadir dalam forum tersebut.
Menurut Gubernur Zainal, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan mengurangi dampak perubahan iklim. Lewat perdagangan karbon biru (blue carbon), masyarakat pesisir diharapkan bisa merasakan manfaat ekonomi secara langsung.
Pemprov Kaltara berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini mampu memperkuat ketahanan wilayah pesisir. Selain menjaga kelestarian mangrove, proyek ini juga ditargetkan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.