NUNUKAN — Tiga desa di Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, kembali dilanda banjir pada Senin (13/1) setelah hujan deras mengguyur sejak dini hari. Permukiman warga di Desa Aji Kuning, Desa Sungai Limau, dan Desa Bukit Harapan terendam akibat luapan sungai yang tidak mampu mengalir ke laut lantaran bertepatan dengan pasang air laut.
Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, menjelaskan bahwa Desa Aji Kuning menjadi wilayah yang paling terdampak. Kondisi geografis desa yang berada di dataran rendah menjadikannya tempat berkumpulnya aliran air dari wilayah hulu sebelum menuju laut.
"Wilayah Desa Aji Kuning memang lebih rendah. Jadi air dari wilayah atas semuanya ke sana sebelum menuju laut. Saat air laut pasang, dan air sungai tertahan sehingga meluap ke permukiman," ujar Aris.
Menurutnya, banjir memang bukan hal baru bagi masyarakat setempat. Namun, banjir dengan skala seperti kali ini terakhir terjadi pada akhir 2019 silam. "Ini merupakan banjir terbesar dalam beberapa tahun terakhir," singkatnya.
Aris Nur menerangkan bahwa curah hujan yang tinggi sejak dini hari bersamaan dengan air laut pasang menyebabkan debit Sungai Aji Kuning meningkat drastis. Saat puncak banjir pada subuh hari, ketinggian air di sejumlah titik mencapai paha orang dewasa.
"Curah hujan yang tinggi sejak dini hari bersamaan dengan air laut pasang menyebabkan debit Sungai Aji Kuning meningkat. Saat puncak banjir pada subuh hari, ketinggian air di sejumlah titik mencapai paha orang dewasa," jelasnya.
Berdasarkan laporan yang diterima Camat, banjir juga berdampak pada sejumlah fasilitas desa. Kantor desa dan bangunan Pamsimas di wilayah terdampak kini tengah dibersihkan setelah dipenuhi lumpur.
Kerugian material juga dialami warga. "Ada warga yang sudah berupaya mengantisipasi dengan meninggikan barang-barangnya, namun ketinggian banjir di luar perkiraan," tambah Aris Nur, merujuk pada barang-barang elektronik warga yang terendam.
Hingga saat ini, kondisi banjir mulai berangsur surut seiring menurunnya debit Sungai Aji Kuning dan berakhirnya pasang air laut. Beberapa titik dilaporkan sudah mulai kering.
Pihak kecamatan bersama pemerintah desa terus memantau perkembangan di lapangan. Aris Nur mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi.
"Saat ini, sudah beberapa titik sudah surut. Kita bersama pemerintah desa terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi," pungkasnya.