KALIMANTAN UTARA — Laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Erick Thohir periode 2024 menunjukkan komposisi aset yang didominasi investasi. Dari total Rp2,41 triliun, surat berharga mendominasi dengan nilai Rp1,72 triliun. Sisanya tersebar di tanah dan bangunan senilai Rp466,9 miliar, kas dan setara kas Rp125,6 miliar, serta harta bergerak lainnya Rp33,5 miliar.
Erick juga tercatat memiliki kendaraan senilai Rp4,96 miliar dan harta lainnya Rp190,3 miliar. Setelah dikurangi utang Rp129,6 miliar, kekayaan bersihnya mencapai angka triliunan rupiah. Pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970 ini membangun kekayaannya jauh sebelum masuk pemerintahan, bukan dari gaji sebagai menteri.
Sebelum menjabat Menteri BUMN pada Oktober 2019, Erick dikenal sebagai pengusaha media. Pada 1992 ia mendirikan perusahaan yang kemudian berkembang menjadi Mahaka Group — mencakup Mahaka Media, Mahaka Radio, Mahaka Digital, dan Mahaka Entertainment. Ia juga sempat menjadi Presiden Inter Milan pada 2013 hingga 2018, menjadikannya figur yang mendunia di sepak bola.
Karier bisnisnya tidak berhenti di media dan olahraga. Erick juga berkecimpung di perbankan, properti, hiburan, event organizer, infrastruktur, energi, teknologi, dan investasi. Ia pernah menjabat Presiden Komisaris Mahaka Group dan komisaris di sejumlah perusahaan nasional.
Selama memimpin Kementerian BUMN, Erick mendorong restrukturisasi, pembentukan holding industri, merger perusahaan pelat merah, digitalisasi layanan, dan perbaikan tata kelola. Ia juga menangani restrukturisasi utang beberapa BUMN. Kesuksesan penyelenggaraan Asian Games saat ia menjabat Ketua INASGOC menjadi salah satu batu loncatan kariernya.
Namun, kebijakannya tak lepas dari sorotan. Restrukturisasi dan perombakan direksi BUMN, pergantian pelatih tim nasional di PSSI, serta kritik terhadap rangkap peran di pemerintahan dan organisasi olahraga sempat menjadi perdebatan publik. Meski begitu, hingga kini Erick Thohir belum pernah dinyatakan bersalah atau dipidana dalam perkara korupsi maupun pidana lainnya berdasarkan putusan pengadilan tetap.
Pada September 2025, ia mendapat penugasan baru sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga di era Presiden Prabowo Subianto, setelah sebelumnya kembali dipercaya sebagai Menteri BUMN. Dengan pengalaman di bisnis, olahraga, dan pemerintahan, Erick Thohir tetap menjadi figur yang diperhitungkan di panggung nasional.