Apple selama bertahun-tahun membangun reputasi sebagai pelindung data pribadi pengguna iPhone. Iklan-iklannya menonjolkan slogan "what happens on your iPhone, stays on your iPhone." Tapi temuan terbaru membantah narasi itu: perusahaan ternyata mengumpulkan data perilaku pengguna secara real-time di App Store, termasuk informasi yang tidak diperlukan untuk fungsi dasar toko aplikasi.
Peneliti menemukan bahwa Apple mencatat setiap ketukan jari pengguna—dari produk apa yang dicari, berapa lama membaca deskripsi aplikasi, hingga apakah pengguna menggulir layar ke bawah sebelum memutuskan mengunduh. Data ini dikirim ke server Apple bersama dengan ID unik perangkat dan informasi akun iCloud.
Yang lebih mengkhawatirkan: pelacakan ini terjadi bahkan saat pengguna tidak login ke akun mereka. Artinya, pengguna anonim pun tetap direkam aktivitasnya.
CEO Apple Tim Cook sering menyerang model bisnis kompetitor yang bergantung pada iklan bertarget dan pengumpulan data pengguna. "Kami tidak melacak Anda," katanya dalam pidato tahun 2022. Temuan di App Store membuat pernyataan itu terdengar seperti retorika belaka.
Seorang pengembang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan kepada media bahwa data yang dikumpulkan Apple "jauh lebih detail dari yang diperlukan untuk sekadar merekomendasikan aplikasi." Ia menambahkan, "Ini sama persis dengan yang dilakukan Google dan Facebook—hanya saja Apple tidak jujur soal itu."
Bagi pengguna iPhone di Indonesia—yang jumlahnya terus bertumbuhan di segmen kelas menengah atas—temuan ini berarti tidak ada perangkat yang benar-benar privat. Selama bertahun-tahun, banyak konsumen memilih iPhone karena alasan keamanan data. Kini, keyakinan itu goyah.
Regulator di Eropa sudah mulai menelisik praktik ini. Komisi Eropa dapat menjatuhkan denda hingga 4 persen dari pendapatan global Apple—atau sekitar Rp 150 triliun—jika terbukti melanggar aturan privasi GDPR.
Belum ada pengaturan di iOS yang memungkinkan pengguna mematikan pelacakan App Store secara total. Langkah paling praktis saat ini adalah membatasi data yang dikirim ke Apple dengan menonaktifkan "Personalized Recommendations" di pengaturan App Store.
Apple sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas temuan ini. Namun, jika sejarah menjadi pelajaran, perusahaan biasanya akan merilis pembaruan sistem operasi yang menambahkan opsi privasi baru—setelah ketahuan.