TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menggelar Seminar Halal UMKM dan Pelatihan Pendampingan Proses Produk Halal (P3H) di Ruang Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa pagi. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, H. Muhammad Rosyid, yang mewakili Gubernur Kaltara.
Rosyid menyebut bahwa sertifikasi halal kini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan peluang strategis bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Ia menambahkan bahwa industri halal tumbuh pesat di tingkat nasional maupun global.
“Produk halal tidak hanya menjadi kebutuhan umat Islam, tetapi juga telah berkembang menjadi simbol kualitas, keamanan, dan kepercayaan yang diterima masyarakat luas,” ujar Rosyid dalam sambutannya.
Rosyid mengapresiasi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah Kaltara yang menginisiasi kegiatan ini. Pemprov Kaltara berkomitmen mendukung ekosistem halal melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses informasi, dan pendampingan sertifikasi.
“Pengembangan industri halal tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat yang berlandaskan nilai keberkahan dan keberlanjutan,” kata Rosyid.
Seminar ini diharapkan memperkuat pemahaman pelaku usaha tentang pentingnya sertifikasi halal di tengah persaingan yang semakin kompetitif. Sementara itu, peserta pelatihan P3H ditargetkan mampu menjadi pendamping profesional yang membantu masyarakat memperoleh sertifikat halal secara lebih mudah dan cepat.
Rosyid optimistis sinergi antara pemerintah, lembaga halal, dunia usaha, dan masyarakat dapat menjadikan Kaltara sebagai daerah maju dalam pengembangan ekonomi dan industri halal. “Saya mengajak kita semua untuk terus memperkuat kerja sama dan komitmen dalam mendukung pengembangan UMKM serta percepatan sertifikasi halal di Kalimantan Utara,” pungkasnya.