KALIMANTAN UTARA — Kepanikan mendadak melanda permukiman dan pusat perbelanjaan di Kabupaten Pasangkayu saat gempa utama terjadi. Warga yang tengah beraktivitas di dalam rumah dan toko langsung berhamburan ke area terbuka. Beberapa ibu rumah tangga terlihat membawa anak-anak mereka keluar bangunan, sementara para pedagang di pasar tradisional meninggalkan lapak jualan.
Di ruas jalan utama, sejumlah pengendara sepeda motor menghentikan laju kendaraan di pinggir jalan akibat ayunan tanah yang terasa kuat. Warga kemudian memilih berkumpul di halaman rumah, bahu jalan, dan lapangan terbuka untuk memantau kondisi terkini.
Berdasarkan data Pusat Gempa Regional (PGR) 4 Sulawesi BMKG, episenter gempa utama berada di koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur. Pusat gempa terletak di sekitar Kabupaten Sigi dan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Getaran merambat kuat hingga ke Kabupaten Poso yang berjarak sekitar 62 kilometer di barat laut pusat gempa.
BMKG melaporkan gempa susulan pertama berkekuatan Magnitudo 4,5 terjadi pada pukul 10.38 WIB, atau 11 menit setelah guncangan utama. Hingga pukul 12.00 WIB, total sembilan kali gempa susulan terekam dengan magnitudo bervariasi antara 3,5 hingga 4,6. Kedalaman pusat gempa susulan tergolong sangat dangkal, berkisar antara 0 hingga 14 kilometer.
BMKG menegaskan bahwa seluruh data rangkaian gempa ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring pembaruan analisis. Lembaga tersebut mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Pasangkayu dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan dampak di lapangan. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang masif akibat rangkaian aktivitas tektonik ini.