XRP Bertahan di Atas USD 1,10 Meski Aliran ETF Meningkat, Trader Masih Waspada

Penulis: Naufal Aditama  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 16:41:31 WIB
XRP bertahan di atas USD 1,10 meski aliran dana ETF meningkat pekan ini.

Data terbaru menunjukkan produk investasi berbasis XRP kembali mencatatkan aliran dana masuk sebesar USD 6,75 juta pekan ini. Secara kumulatif, total dana yang sudah mengalir ke ETF XRP kini mencapai USD 1,44 miliar — angka yang cukup besar untuk aset kripto non-Bitcoin.

Namun, lonjakan minat institusional ini belum mampu mendorong harga XRP keluar dari tren bearish yang sudah berlangsung berminggu-minggu. Dalam 24 jam terakhir, XRP hanya naik sekitar 1% ke level USD 1,1141 setelah sempat menyentuh titik terendah di dekat USD 1,11.

Aktivitas Futures Melonjak, Tapi Open Interest Justru Menyusut

Volume perdagangan futures XRP melonjak hingga sekitar USD 5 miliar dalam satu sesi perdagangan. Lonjakan ini biasanya menandakan minat baru dari trader spekulatif. Tapi ada keanehan: open interest — jumlah kontrak aktif — justru berada di dekat level terendah siklus.

Artinya, para trader lebih banyak melakukan repositioning jangka pendek daripada membangun posisi dengan keyakinan jangka panjang. Mereka masuk dan keluar dengan cepat, bukan menahan posisi. Ini sinyal bahwa kepercayaan terhadap pemulihan XRP masih rapuh.

Level Kritis: USD 1,10 Jadi Tembok Terakhir Sebelum USD 1,00

Dari sisi teknikal, XRP masih terjebak di bawah rata-rata pergerakan 50 hari, 100 hari, dan 200 hari. Struktur grafik jangka menengah masih mendukung penjual. Support terdekat yang harus dipertahankan adalah USD 1,10. Jika tembus, target berikutnya adalah area USD 1,05 dan psikologis USD 1,00.

Di sisi atas, resistance pertama berada di kisaran USD 1,12 hingga USD 1,13. Level USD 1,1352 menjadi titik gagal rally terbaru. Untuk benar-benar memperbaiki grafik, XRP perlu menembus USD 1,26 — baru setelah itu fokus beralih ke zona USD 1,30 hingga USD 1,40.

Pembaruan Jaringan XRP Ledger Versi 3.2.0 Dijadwalkan Juni

Di sisi fundamental, pengembang XRP Ledger menjadwalkan upgrade versi 3.2.0 pada 15 Juni mendatang. Pembaruan ini akan mengganti nama perangkat lunak inti dari "rippled" menjadi "xrpld" dan diklaim mampu mengurangi kebutuhan memori server hingga sekitar 40%.

Efisiensi jaringan ini bisa menjadi katalis positif jangka menengah, terutama jika adopsi teknis berjalan mulus. Namun, dalam jangka pendek, sentimen pasar masih didominasi oleh pergerakan harga Bitcoin dan data makro ekonomi global.

XRP masih dalam fase stabilisasi yang rapuh. Aliran ETF dan volume futures yang naik memberikan secercah harapan, tapi selama open interest rendah dan harga masih di bawah rata-rata pergerakan utama, trader disarankan tidak terlalu optimistis. Dua minggu ke depan akan menentukan apakah XRP mampu bangkit atau justru menguji level psikologis USD 1,00.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: coindesk.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top