Logitech tidak main-main dengan segmen perangkat mobile. Mobi Fold dirancang untuk menjawab keluhan klasik pekerja jarak jauh: mouse portabel yang terlalu besar atau terlalu kecil. Solusinya? Mekanisme lipat ala ponsel clamshell yang mereduksi volume perangkat hingga setengahnya saat tidak dipakai.
Sekilas, Mobi Fold mengingatkan pada Microsoft Surface Arc Mouse. Keduanya sama-sama mengandalkan engsel di bagian tengah. Tapi pendekatan Logitech berbeda. Alih-alih melipat rata seperti Arc, Mobi Fold menekuk ke dalam — persis seperti ponsel lipat — sehingga jejaknya lebih kecil saat disimpan.
Logitech mengklaim engsel ini sanggup bertahan hingga 15 tahun pemakaian harian. Lapisan silikon di seluruh bodi juga memberikan cengkeraman ekstra dan perlindungan dari benturan ringan. Area di sekitar engsel dirancang berlipit, mengembang dan mengempis mengikuti gerakan lipat, sehingga jari tidak terjepit.
Mobi Fold bukan pengganti MX Master 4 untuk pekerja berat. Ini adalah pendamping perjalanan yang mengorbankan fitur pro demi portabilitas. Berikut spesifikasi utamanya:
Mobi Fold sudah bisa dipesan melalui situs resmi Logitech dan kanal ritel global dengan harga US$79,99. Konversi langsung ke rupiah sekitar Rp 1,28 juta, belum termasuk pajak dan ongkos kirim. Logitech Indonesia belum mengumumkan harga dan jadwal distribusi lokal.
Di pasar Tanah Air, mouse lipat masih tergolong barang niche. Pesaing terdekat adalah Microsoft Arc Mouse yang dijual sekitar Rp 1,5 juta di toko daring. Dengan harga yang sedikit lebih rendah dan klaim ketahanan engsel 15 tahun, Mobi Fold punya peluang merebut pengguna yang selama ini mengandalkan trackpad saat bekerja di kafe atau coworking space.
Logitech menyasar pengguna yang sering berpindah lokasi kerja — freelancer, konsultan, atau digital nomad — yang muak dengan trackpad tapi tidak mau membawa mouse berukuran penuh. Ukuran Mobi Fold saat dilipat tidak lebih besar dari kotak earphone nirkabel, sehingga bisa dimasukkan ke saku kecil ransel atau bahkan saku celana kargo. Bagi pengguna laptop di Indonesia yang bekerja dari mana saja, ini bisa menjadi solusi portabel yang layak dipertimbangkan.