5 Alat Ryobi Ini Dihindari Pengguna Setia karena Gampang Rusak dan Boros

Penulis: Panji Pratama  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:38:01 WIB
Trimmer Ryobi 410R dilaporkan mengalami kebocoran bensin dan bau menyengat.

Dalam forum diskusi pengguna perkakas dan ulasan di berbagai platform, Ryobi memang mendapat tempat sebagai merek dengan nilai terbaik untuk kelasnya. Namun, seperti merek lain yang memproduksi ratusan varian alat, beberapa produk gagal memenuhi ekspektasi. Berdasarkan pengalaman puluhan pengguna, ada lima alat yang sebaiknya tidak masuk daftar belanja Anda.

Kebocoran dan Bau Mesin pada Ryobi 410R Trimmer

Trimmer model 410R menjadi keluhan utama karena masalah kebocoran bensin yang kronis. Pengguna melaporkan bensin merembes keluar meski alat tidak dipakai, meninggalkan bau menyengat di garasi. Beberapa bahkan menyebut kebocoran ini memicu risiko kebakaran jika disimpan di ruang tertutup tanpa ventilasi.

Masalah kedua adalah karburator yang cepat kotor. Akibatnya, mesin sulit dihidupkan setelah beberapa bulan pemakaian. Pengguna menyarankan untuk memilih model Ryobi lain dengan sistem bahan bakar yang lebih tertutup rapat.

Ryobi 18V One+ Wet/Dry Vac: Hisapan Lemah, Baterai Cepat Habis

Vacuum cleaner nirkabel Ryobi seri 18V One+ ini dianggap gagal total. Daya hisapnya sangat rendah, bahkan menurut satu pengguna, "lebih cocok untuk menyedot debu di meja daripada membersihkan lantai." Ditambah lagi, konsumsi baterai sangat boros — satu baterai 4Ah hanya bertahan sekitar 10 menit pada mode maksimal.

Untuk ukuran vacuum basah-kering, alat ini juga tidak memiliki kapasitas tangki yang memadai. Pengguna Indonesia yang biasa membersihkan mobil atau bengkel kecil sebaiknya mencari merek lain di kelas harga yang sama.

Ryobi P2900 AirStrike Nailer: Sering Macet dan Tidak Bertenaga

Paku listrik tanpa kompresor ini sebenarnya inovatif, tapi eksekusinya mengecewakan. Pengguna melaporkan paku sering macet di dalam chamber, bahkan saat baru dibeli. Daya tembaknya juga dianggap kurang untuk menembus kayu keras seperti jati atau meranti.

Beberapa pengguna yang sudah mencoba memperbaiki sendiri mengatakan bahwa mekanisme penggerak paku cepat aus. Alat ini hanya cocok untuk proyek ringan dengan kayu lunak, padahal harganya tidak jauh berbeda dengan nailer pneumatik yang lebih andal.

Ryobi P505 18V One+ Jigsaw: Getaran Berlebihan dan Mata Pisau Cepat Tumpul

Meski Ryobi P505 termasuk produk laris, banyak pengguna menyesali pembeliannya. Getaran yang dihasilkan sangat besar, membuat potongan tidak presisi dan tangan cepat lelah. Satu pengguna di forum perkakas menulis, "setelah 15 menit memotong, tangan saya mati rasa."

Masalah lain adalah sistem penjepit mata pisau yang longgar. Akibatnya, mata pisau goyang saat memotong dan cepat tumpul. Untuk pekerjaan finishing yang membutuhkan potongan rapi, alat ini tidak disarankan.

Ryobi P2102 18V One+ 7-1/4" Circular Saw: Daya Potong Kurang dan Risiko Kickback

Circular saw nirkabel ini memiliki daya yang tidak sebanding dengan ukuran bilahnya. Saat memotong kayu setebal 2 inci, motor sering terasa kehabisan tenaga dan melambat drastis. Kondisi ini meningkatkan risiko kickback — dorongan tiba-tiba yang bisa melukai pengguna.

Pengguna juga mengeluhkan masa pakai baterai yang sangat pendek. Satu kali charge baterai 4Ah hanya cukup untuk memotong sekitar 15 lembar kayu lapis. Untuk proyek renovasi rumah di Indonesia yang sering membutuhkan potongan banyak, alat ini justru memperlambat pekerjaan.

Alternatif yang Lebih Aman untuk Anggaran Terbatas

Ryobi tetap menjadi pilihan baik untuk alat-alat tertentu seperti bor impact, gerinda, dan lampu kerja. Namun untuk lima produk di atas, pengguna menyarankan untuk menambah sedikit anggaran dan beralih ke merek seperti Makita atau DeWalt di kelas entry-level. Atau, jika ingin tetap di ekosistem Ryobi, pilih model One+ generasi terbaru yang sudah diperbaiki.

Kuncinya adalah membaca ulasan spesifik per model sebelum membeli. Jangan tergiur harga murah atau paket bundling — karena ongkos perbaikan dan waktu yang hilang akibat alat rusak bisa jauh lebih mahal.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: slashgear.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top